ANTARA WORM, WORM GEAR, WORM DRIVE DAN PERMAINAN KOTOR

QUICK NDOBOS April 7th, 2013

3f1d0005f5c509e5d029497e1b71716c_worm_gear_set_24
TEORI DASAR
Sebuah worm drive ***satu set komplit*** adalah susunan gear atau roda gigi di mana worm ***cacing*** (yang merupakan gigi berbentuk sekrup) terpasang dengan worm gear ***roda gigi cacing*** dimana penampilannya mirip dengan spur gear, dan juga disebut worm wheel ***roda cacing***. Terminologi ini sering membingungkan dengan penggunaan yang tidak tepat dari worm gear ***gigi cacing*** istilah untuk merujuk pada worm ***cacing***, worm gear ***gigi cacing***, atau worm drive sebagai satu unit.

JADI
Worm drive : komplit set susunan worm, worm gear, dan housing; pokoke wis siap dipake.
Worm: alias gigi cacing yang bentuknya seperti sekrup
Worm gear: gear berberntuk spur gear yang digerakkan oleh worm.

FUNGSI
Worm drive digunakan untuk mengurangi kecepatan rotasi, mendapatkan torsi yang lebih tinggi, dan arah transmisi satu arah saja yaitu dari input worm kepada output worm gear, tidak dapat sebaliknya. Gambar ilustrasi diatas menunjukkan bagian dari worm drive dengan worm gear yang didorong oleh worm. Worm berbentuk seperti sebuah sekrup.

Keuntungan sebuah gearbox berbentuk worm drive yang dirancang menggunakan worm dan worm gear akan memiliki ukuran jauh lebih kecil daripada yang terbuat dari spur gear dan memiliki sumbu drive pada 90 satu sama lain. Dengan worm tunggal, untuk setiap putaran 360 worm, akan menghasilkan putaran worm gear hanya satu gigi gigi, alias slow motion.

Kerugian dari worm drive adalah adanya gesekan yang menjadikan worm drive memiliki efisiensi yang rendah, timbul panas sehingga membutuhkan pelumasan sekaligus pendinginan.

Masalah keausan ini tidak begitu bermasalah apabila sebuah worm drive dikerjakan untuk pekerjaan ringan dan tidak terus menerus, tetapi menjadi masalah utama ketika sebuah worm gear digunakan secara terus menerus, dimana akibat gesekan timbul panas yang dapat menurunkan kualitas bantalan dari pelumasan dan menurunkan kekuatan bahan materian worm dan worm gear.

Sebagai solusi maka material sebuah worm akan dibuat jauh lebih kuat dibandingkan dengan material worm gearnya. Apabila worm dibuat dari material baja, maka gigi worm gear di buat dari material yang lebih empuk, misalnya kuningan. Sehingga setelah pemakaian sekian lama, apabila terjadi keausan tidak kedua-duanya mengalami keausan, tetapi hanya salah satu saja, sehingga penggantiannya menjadi lebih ekonomis.

Untuk menekan biaya perawatan, sebuah worm gear dapat dibuat secara komposit, dimana pada bagian dalam yang terhubung dengan as penggerak terbuat dari baja keras, sedangkan pada bagian pinggir atau tapak gearnya dibuat dari material lain yang lebih empuk misalnya kuningan. Sehingga setelah pemakaian dalam waktu yang telah ditentukan, tapak gear yang dibuat dari bahan kuningan akan aus dan perlu penggantian, tidak perlu mengganti keseluruhan worm gear, tetapi cukup tapaknya saja, sehingga menjadi lebih ekonomis. Geram tapak worm gear yang terkumpul dari bahan kuningan, biasanya mengumpul di bagian dasar gearbox, sesuai dengan sifat-sifatnya maka geram bekas tapak gearbox ini dapat disendirikan dan dikumpulkan dan diproses ulang dengan teknik pengecoran logam menjadi bahan pembuat worm gear box. Sehingga sifat dari tapak worm gear adalah consumable dan dapat di daur ulang.

Jadi keausan sebuah worm gear adalah sesuatu yang wajar terjadi dan bukan merupakan permainan kotor, tetapi memang sudah dari sononya begitu, jika ada orang yang beranggapan bahwa keausan worm gear adalah sesuatu yang di buat-buat, justru pikiran dan otak orang itu yang kotor perlu dicuci dengan rinso dan diputihkan dengan baycline. Namun jika bongkar pasang sebuah worm drive itu disebut sebuah permainan kotor memang benar, karena benar-benar kotor karena akan berlepotan dengan oli dan gemuk bekas.

Pemilihan material untuk worm dan tapak worm gear juga tidak sembarangan. Tidak setiap material kuningan, alias asal kuning terus cocok, tidak!, tetapi perlu dipelajari sifat-sifat yang menguntungkan bagi usia pakai sebuah tapak worm gear, bukan menguntungkan diri pribadi. Untuk mengetahui sifat-sfiat dan jenis kuningan mana yang cocok untuk sebuah tapak gear, perlu pemikiran yang cerdas, walaupun insinyur lulusan sebuah institut terkemuka, kalau otaknya bebal, maka material worm gear yang dipilih tidak akan tahan lama. Begitu juga bentuk ulir worm dan worm gear, kemiringan sudut, dan kekentalan dan kualitas pelumas yang dibutuhkan perlu dihitung secara cermat berdasarkan kecepatan putar, torsi dan temperature ambient, jadi ora mek ngawur, jajal-jajal utawa nyonto kancane dan perlu BANYAK BELAJAR. Hehehe….

ANTARA ZINAH; SELINGKUH DAN MELACUR

QUICK NDOBOS April 6th, 2013

Menurut https://id.wikipedia.org/wiki/Zina; disebutkan bahwa zinah adalah perbuatan bersanggama antara laki-laki dan perempuan yang tidak terikat oleh hubungan pernikahan atau perkawinan. Secara umum, zinah bukan hanya di saat manusia telah melakukan hubungan seksual, tapi segala aktivitas-aktivitas seksual yang dapat merusak kehormatan manusia termasuk dikategorikan zina.

Jadi menurut keterangan diatas zinah tidak sekedar perbuatan bersenggama saja, apalagi bersenggama, pastilah itu zinah. Siapakah yang disebut pelaku zinah, atau penzinah, tentunya dua-duanya, baik sang laki laki maupun sang perempuan, kecuali laki-laki atau perempuan tersebut berzinah dengan pohon atau hewan, itu lain ceriteranya sebagai kategori penyimpangan seksual.

Bersenggama atau tidak, kalau seorang laki-laki normal dan seorang perempuan normal, menginap disatu kamar penginapan, pastilah dikategorikan sebagai berzinah, senang tidak senang, mau tidak mau, suka ndak suka, kedua orang itu pantaslah disebut penzinah. Penzinah biasanya melakukan dengan sembunyi-sembunyi, namanya juga melakukan hal yang bejat pastilah tidak mau kebejatannya dilihat oleh orang lain.

Namun ada pula penzinah yang melakukan secara terang-terangan dihadapan kawan-kawannya bahkan di hadapan anak dan istri kawan-kawannya. Ya bisa saja berdalih sudah tunangan *** atau sudah konangan ***, atau dengan sombongnya sudah terbiasa dengan hidup bersama ketika tinggal di Negara lain. We lha dalah, semaju-majunya Negara, atau sebobrok-bobroknya Negara manapun juga, pasti mempunyai yang namanya hukum pernikahan atau perkawinan. Selain itu yang namanya agama apa saja pastilah mempunyai aturan khusus dalam pernikahan ini. Bagi kawan-kawan lain yang orang baik-baik, tentunya sangat kerepotan menerangkan perilaku penzinah.

Sehingga hubungan antara laki-laki dan perempuan ada pembeda antara manusia dan hewan. Jadi kalau di skala begitu, manusia yang berzinah alias pelaku zinah alias penzinah, baik itu lelaki maupun perempuan, berapapun kekayaannya dan seberapa tinggi jabatannya, apapun agamanya, jika sudah berzinah maka derajatnya akan menuju titik nol. Apalagi memamerkan perbuatan zinahnya, bahkan memamerkan kecantikan atau kegantengan lawan zinahnya dengan tidak malu-malu di hadapan kawan-kawannya, ini lebih nemen lagi.

Menurut: http://id.wikipedia.org/wiki/Perselingku…; disebutkan bahwa perselingkuhan adalah hubungan antara individu baik laki-laki maupun perempuan yang sudah menikah ataupun yang belum menikah dengan orang lain yang bukan pasangannya.

Berarti perselingkuhan dilakukan oleh pelaku perselingkuhan atau peselingkuh adalah perbuatan zinah yang dilakukan oleh (1) laki-laki beristri dengan perempuan bersuami, (2) laki-laki beristri dengan perempuan tidak bersuami, (3) laki-laki tidak beristri dengan perempuan bersuami.

Jadi pelaku perselingkuhan atau peselingkuh selalu penzinah, dan penzinah belum tentu peselingkuh. Karena kombinasi perbuatan zinah yang dilakukan oleh:(4) laki-laki tidak beristri dan perempuan tidak bersuami. Tidak bisa disebut dengan perselingkuhan.

Pada umunya perselingkuhan dilakukan secara sembunyi-sembunyi, diam-diam ketemuan di suatu tempat untuk melakukan perzinahan. Memanfaatkan waktu di sela-sela aktivitas sehari-hari, misalnya sepulang kerja ketemuan dan mampir-mampir dulu atau melakukan seks singkat dan cepat di sela-sela waktu istirahat. Perselingkuhan mungkin dipicu oleh ketidak puasan terhadap pasangan resmi; cinta lokasi karena baik lelaki dan perempuan tentunya tampil lebih menarik dan wangi di tempat kerja daripada ketika berada di rumah; bertemu dengan mantan pacar yang telah menjadi suami atau isteri orang lain; menemukan type lelaki atau type perempuan seperti yang di inginkan dan tidak didapati pada lelaki atau perempuan pasangan resminya; Ingin berekreasi seks namun takut tertular penyakit seks jika di pelacuran dam saling menemukan lelaki atau perempuan yang cocok sepemikiran sependapat sejalan untuk melakukan rekreasi seks yang aman tersebut;

Biasanya pelaku perselingkuhan memiliki kelebihan penghasilan dan kelebihan waktu untuk melakukan perselingkuhan ini; seseorang yang sedang kerepotan secara financial untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarganya atau yang kehabisan waktu sibuk mengurusi kepentingan keluarganya, atau sedang repot memikirkan permasalahan tertentu, tentunya agak aneh jika masih memikirkan untuk berselingkuh. Namun tidak menutup kemungkinan hal itu bisa terjadi, karena kalau sudah cinta tai kucing rasa cokelat, dan cinta itu buta. Namun perempuan normal mana yang bersedia diajak berekreasi seks dibawah pohon, di parkiran mobil ?; atau mesra-mesaraan di warteg ?. Perselingkuhan biasanya tidak ada hubungan komersiil antara kedua pelaku, jadi mereka melakukan perzinahan berdasarkan suka sama suka.

Namun ada pula perselingkuhan yang dilakukan oleh dua insan secara terang-terangan, baik sadar atau tidak, sehingga memancing kekisruhan hubungan pekerjaan dan berakhir dengan kisah menyedihkan.

Menurut: http://id.wikipedia.org/wiki/Pelacuran; Pelacuran atau prostitusi adalah penjualan jasa seksual, seperti seks oral atau hubungan seks, untuk uang. Seseorang yang menjual jasa seksual disebut pelacur, yang kini sering disebut dengan istilah pekerja seks komersial (PSK).

Jadi pelacur adalah perempuan yang melacurkan diri untuk melayani lelaki mana saja untuk melakukan hubungan seks dengan imbalan uang. Sedangkan lelaki yang melacur biasanya disebut dengan lelaki hidung belang. Disini tidak disebutkan apakah lelaki itu beristri atau tidak, pelacur itu bersuami atau tidak; jadi perempuan mana saja yang bersedia melakukan hubungan seksual dengan lelaki mana saja dengan imbalan adalah disebut dengan pelacur.

Jadi pelaku pelacuran (pelacur dan lelaki hidung belang) pasti penzinah, dan penzinah belum tentu pelaku pelacur dan lelaki hidung belang.

Didunia ini telah terjadi standar ganda atau doble standard atau ketidak adilan, dimana seorang pelacur diperlakukan lebih rendah sebagai warga Negara nomor sekian, sedangkan pembeli jasa-nya alias lelaki hidung belang dianggap biasa-biasa saja, padahal keduanya sama-sama penzinah. Standar ganda juga seringkali terjadi, dimana perbuatan zinah yang dilakukan oleh seorang pimpinan dianggap biasa saja, sedangkan perselingkuhan yang dilakukan oleh anak buah dikenakan hukuman berat. Pelacuran yang dilakukan secara bersama-sama alias berjamaah dianggap sesuatu yang biasa, bahkan di bangga-banggakan dengan menceriterakan kisah pelacurannya kesana kemari.

Bersyukurlah apabila kita berada di luar lingkungan orang-orang yang gemar melakukan perbuatan perzinahan, perselingkuhan dan pelacuran; mengaku setebal apapul iman; mengaku sudah naik haji dan umroh sekian kali; setinggi dan semulia apapun jabatan; apabila melakukan perzinahan, perselingkuhan dan pelacuran; maka derajatnya akan kembali ke titik nol.

REUNI CILIK-CILIKAN

QUICK NDOBOS April 2nd, 2013

83173b156bbeceee4e52c20b5c21fbc4_19032013020-001
Dalam pada itu *** boso komik maneh *** Pada hari Selasa 19 Maret 2013, dengan cara seksama dan tempo yang sesingkat-singkatnya, kami bertemu untuk reuni cilik-cilikan, kangen-kangenan, guyonan dan membahas hal-hal kurang penting dan menggelikan dan makan-makan Pizza Hut, Carefour Lebak Bulus.
Kiri-kanan: Bpk. Alluwik, Bpk. Agustin Sage, Bpk. Yos Rizal Anwar, Bpk. Dikdik Kusmayadi, dan Ki Jaka Gendheng.
Kami pernah berada di sebuah bahtera yang sama, namun suatu ketika bahtera dikuasai perompak, jadi untuk menyelamatkan harga diri, kami memilih untuk berenang meninggalkan bahtera.

Mas Joko Wuryono alias mas Abbas

QUICK NDOBOS April 2nd, 2013

Hari ini 02 April 2013 saya mendapatkan email dari  abbasria at gmail.com, dengan nomer telepon 0813 313 960 xx; puji Tuhan Alkhamdullilah saya dipertemukan dengan saudara dari Rengel Tuban Jawa Timur ini. Setelah beberapa bulan yang lalu saya dipertemukan dengan mas Agus Kurniawan liwat account facebook  kurn_agus at yahoo.co.id; dengan nomer telepon 082 331 043 xxx; berarti baru ada 2 teman yang bersua dari jaman yang sama.
Emailnya seperti ini:

4f39f9a6250ccba99b89c43748db9b8d_email-joko-wuryono-alias-abbas

Saya mengenal mas Abbas ini di tahun 1987 dan seterusnya, pada saat itu sedang lagi seneng-senennya eksperimen membuat pemancar 3,5 Mhz / 80 meter. Waktu itu saya masih kost di Jl. Sumbersari 254C, sedangkan beliau kost di Jl. Sumbersari gang IV nomernya lupa, saya kuliah di ITN sedang beliau kuliah di Universitas Brawijaya nek ora salah jurusan Pertanian. Pada waktu itu belum terpikirkan yang namanya HP, opomaneh Blekberi atau Android; internet opo maneh panganan opoo. kui, kalau pingin ngetik laporan saja harus nyewa computer XT cap jangkrik layar monokrom satu jam Rp 400 yang masih menggunakan processor 8088 menggunakan floppy disk atau istilah kerennya disket yang datanya gampang rusak. Siaran radio saja masih di MW, yang saya ingat dulu ada yang namanya radio KDS-8, Cakrabuana dll, soalnya saya seneng mendengarkan jula-julinya Kartolo Cs. Radio FM pertama di Malang opo kui jenenge aku lali yang di jalan Banten, cedhak kuburan tentara *** makam pahlawan ***menurut mas Abbas namanya Kalimaya Bhaskara . Jadi mainan paling menyenangkan jaman itu ya brik-brikan menggunakan 2 meter band, 80 meter band, kalau 11 meterband (CB) wis gak usum soalnya sulit mendapatkan kristal. Siaran TV juga masih malam hari thok oleh TVRI, siaran pagi hanya hari minggu mulai jam 9 pagi, jadi di siang harinya bebas merdeka eksperimen pemancar tanpa takut nyepleter di TV tetangga.

Mas Abas ini memang jagoan tenan di bidang brik-brikan di jamannya, pernah mendirikan antenna bambu petung diatas rumah tingkat 2, nek diukur mungkin bisa 15 meter tingginya. Pertama kali bertemu beliau merakit pemancar jelek menggunakan PCB dengan antenna kabel cilik-cilik banyak ndak karuwan digabung terus diplintir2 di jemuran, sehingga pancarannya memenuhi seluruh skala gelombang SW ndak karu-karuwan, tetapi. beliau orangnya banyak belajar tekun dan kuat melekan serta rodo sekti *** embuh gawe jamu opo ***, sehingga beberapa waktu kemudian sudah lahir pemancar dengan menggunakan tabung 12GB7 dengan tuning 350mA wus wus wus yang siarannya mencapai seluruh Indonesia Raya. Dalam pada itu *** boso komik *** mas Abbas ini paling kuat brik-brikan, bisa ndobos sepanjang malam, berhenti kalau siarannya sudah masuk nyepleter ke pengeras masjid ketika subuh tiba, dan dilanjutkan lagi seharian, hanya berhenti ketika makan *** mungkin juga ndak pake mandi ***, dan hanya istirahat ketika siaran TVRI mulai jam 17:30 sampai jam 24:00. Begitu terus sepanjang hari. Kamar kosnya penuh dengan komponen dan peralatan macam-macam ndak karu-karuwan, pokoke nek mlebu kamar harus hati-hati nek iso jinjit agar aman ora midek bekas kaki komponen.

Saya jadi ingat, pernah beliau memberi saya satu lembar plat alumunium, dipinjami mesin bor, dikasih beberapa komponen, mungkin beliau kasihan sama saya soalnya mau bikin pemancar tabung tapi belum punya box alias kotaknya *** waktu itu plat alumunium tergolong mahal bagi kantong saya *** hehehe dan kotak alumunium pemberian mas Abbas itu yang saya pergunakan sampai beberapa tahun kemudian, karena ndilalah ukurannya pas koq bener kalau dimasukkan ke kardus supermi, ketika selesai kuliah tahun 1993 saya bawa pulang ke Banyuwangi, dan bahkan di tahun 1997 pernah dikirmkan via pos dari Banyuwangi ke Bekasi Jawa barat untuk saya pakai lagi, dan sekarang kalau ndak salah masih tersimpan di gudang buat kenang-kenangan masa lalu.

Saya jadi terkenang ketika blusukan di pasar rombengan di Malang *** pasar opo jenenge aku lali *** nek gak salah pasar Comboran, pasar mBoldi, dan Gadang untuk beli komponen-komponen bekas begitu, yang jualan sak dhabreg mulai dari yang dipikul pake keranjang, nggelar eber-eberan plastik terpal, sampai yang bukak bedak. Beli-beli kapasitor variable yang berbahan alumunium yang sudah agak langka, kabel RG bekas, lampu-lampu untuk pemancar, nek ora salah bangsane 12AQ7, 6V6, 6L6, 12GB7, 807 dan beberapa jenis lampu lain yang ndak jelas juntrungannya pokoke nguawur dijajal-jajal kadangkala urip okeh2e mati, sok-sok mbledhos pas dikasih tegangan, kesetrum kalau salah pin, namanya saja wong nekat *** ha ha ha ha ***.

Hampir semua toko-toko elektronika di Malang sudah pernah di singgahi, sehingga hapal kalau beli komponen ini yang murah disana, komponen itu yang asli disini, kalau yang model begini sablonan yang model begitu ndak cocok dan lain sebagainya.
Dulu kalau pas blusukan begitu biasanya naik bemo yang narik dari Dinoyo sampai gadang, naik dari sumbersari turun di pasar Comboran, bayarnya di Rp 100, tukang bemonya biasanya naruh recehan di ember kecil yang digantung di bawah setir, untuk berhenti harus mencet tombol di langit-langit soalnya antara bak belakang dan kabin sopir terpisah dan suaranya bemo kemrutuk ndak karuwan dengan asap tebal yang baunya ndak ilang-ilang di kaus *** sebagai perbandingan makan di warung antara Rp 300 sampai Rp 500, harga sebungkus mi instant Rp 150 an ***

Atau naik Line *** semacam angkot menggunakan Daihatsu Hijet55 kadangkala Hijet1000 dengan pintu belakang model lipat yang selalu terbuka diikat tambang*** dengan huruf-D *** jurusan Dinoyo-Gadang PP ***, soalnya yang liwat disitu ada lagi huruf-H *** Dinoyo-Terminal bus lama lupa namanya , yang jelas sebelum Arjosari dibangun ***. Naik Line-D turun di depan alun-alun, terus jalan kaki ke timur terus melewati pusat perbelanjaan kira-kira 2 km *** nek saiki mungkin gempor ***. Baru beberapa tahun kemudian mucullah yang bernama Mikrolet (Suzuki atau Daihatsu) warna biru dengan strip warna berbeda sesuai jurusan yang menggusur bemo dan Line itu tadi, kalau pingin kesitu kalau ndak salah pake jurusan DG *** dinoyo gadang *** atau LDG *** landungsari dinoyo gadang ***.

Pernah juga kami berburu komponen sampai di Surabaya, ke pasar Demak dan pasar nDUpak, untungnya pada saat itu saya mau diajak oleh mas Abbas ini. Karena beberapa waktu kemudian pas saya menyusun skripsi kuliah saya harus berburu komponen di dua pasar ini *** sendirian *** karena di kota Malang tidak ada.

Mas Abbas ini kerapkali mengajak saya berkunjung ke rumah teman-teman brik-brikan diseluruh kota Malang, sehingga saya banyak kenal dan ketemu di darat dengan teman-teman brik-brikan, biasanya naik bemo atau line, dan biasanya beliau yang selalu mbayari soale saya ndak gablek duit buat keluyuran begitu, hahaha. Seringkali naik motor *** ndak tau beliau pinjam dari mana *** pernah juga naik motor yang belum jadi atau ya semacam motor, motor jaman kuno *** nek gak salah cap Zundapp *** yang masih menggunakan pedal onthel sepeda begitu, bengsinnya campur oli langsung ke tangkinya, pernah suatu ketika olinya dikasih minyak bekas alias jelantah, sehingga bau knalpotnya seperti orang menggoreng ikan asin, ha ha ha ha, karena oli ketika itu juga termasuk barang mahal. Saya ingat pernah suatu ketika *** nama daerahnya lupa, pokoknya agak terpencil waktu itu, kalo ndak salah utaranya sengkaling belok kanan nyebrang diatas dam kali terus ke timur *** pas magrib-magrib begitu, motor pinjamannya kehabisan bengsin, di tuntun jauh sekali belum ada tukang jualan bengsin eceran, sekali ketemu warung, pas beli hanya ada bengsing tapi hanya setengah liter, terpaksa dibeli juga. Dan sepanjang hayat hidup saya, yang namanya beli bengsin setengah liter itu ya cumak sekali ini dengan mas Abbas *** ha ha ha, mungkin beliaunya kalau baca sambil mesam-mesem mlintir kumisnya ***

Hari berganti, minggu bergulir, bulan berubah dan tahun bertambah. Sekitar tahun 1990-1991 mulai muncul siaran TPI *** Telepisi Paling Isuk *** di pagi hari, ini yang kemudian mengurangi aktivitas kami dalam brik-brikan. Belum lagi munculnya RCTI dan SCTV yang pada waktu itu haru susah payah dijangkau menggunakan antenna UHF dan booster. Kemudian saya pindah kost agak jauh dari mas Abbas, yaitu di Klaseman, kurang leluasa menggunakan pemancar berdaya besar untuk berkomunikasi keluar kota karena nyepletter di TV yang siaran siang malam, jadi cukup menggunakan pemancar berdaya kecil dengan antenna pendek untuk komunikasi lokal Malang saja.

Hingga tahun 1992 saya sudah semakin jarang menggunakan pemancar 80 meter, karena semakin sibuk menyelesaikan kuliah yang sudah telat rampung dan waktu itu komunikasi dengan mas Abbas ndak tau gimana ceriteranya putus begitu saja karena situasi dan kondisi saat itu, saya yaki mas Abbas juga sibuk menyelesaikan kuliahnya yang terkatung-katung saat itu. Tahun 1993 saya meninggalkan kota Malang menuju ke Surabaya, dan tahun 1994 balik lagi ke Malang. Saya berusaha mencari mas Abbas tetapi sudah tidak ketemu, saya dengar-dengar sudah kembali ke Rengel Tuban. Bukan hanya mas Abbas tidak kutemui, semua teman-teman sudah tidak di Malang lagi, mencari kehidupan sendiri-sendiri, aku jadi tersadar dan perjalanan panjang pengembaraanku harus dimulai untuk mencari jalan hidupku

Saya mencari dan bertanya-tanya tentang mas Abbas alias Joko Wuryono ini, saya search di google dan facebook tidak bersua *** rupanya saya salah ingat, yang saya ingat nama mas Abbas adalah Joko Purnomo, makanya ndak ketemu *** Hari ini 20 tahun lebih, kami dipertemukan lagi di dunia yang sudah sama sekali lain, via internet.

Dan menurut penelitian data di KPK *** Komisi Pria Kumisan *** “penampakan” mas Abbas jaman sekarang fotonya ada dibawah ini *** tanpa disertai dengan getaran ghaib *** foto ini dimuat tanpa ijin, soale nek ndadak ijin rodo repot nggoleki wonge njaluk tanda tangan barang

07c2d5998c87cac5f3a38d7988720812_abbas1 6a4eb56282efe866b04b0b50ac697e5c_abbas2

Semoga mas Joko Wuryono alias mas Abbas beserta keluarga diberikan kesehatan dan kesejahteraan selalu serta panjang umur.

Liburan yang melelahkan

QUICK NDOBOS Maret 27th, 2013

Liburan pertengahan Maret 2013 ini sungguh melelahkan dan membuat drop badanku dan akhirnya jatuh sakit karena kekurangan istirahat. Memang harus diyakini bahwa tubuh memerlukan istirahat dan tidur yang cukup untuk recovery atau mengembalikan kebugaran tubuh.

Selasa, 19 Maret 2013
Bangun pagi jam 04:00 untuk berangkat dari lapangan jam 05:00 menuju bandara Jambi, karena harus naik pesawat Lion Air jam 10:30 . Berarti saya kekurangan tidur 2 jam hari ini, karena tidur ayam didalam kendaraan tidak dapat merecovery dengan baik. Sampai di bandara Soekarno Hatta sudah lewat tengah hari, mau makan di Bandara kok suasananya ndak nyaman akhirnya dilanjutkan dengan naik bus Damri menuju Lebak Bulus, dugaan saya perjalanan akan lebih cepat dibandingkan menuju ke Harapan Indah. Ternyata dugaan meleset, jalanan macet sekali, bus seperti nggremet kalau bahasa Jawanya, sementara perut sudah protes. Sampai di terminal Lebak Bulus sudah jam 16, gila bener, karena kelaparan secepat kilat saya nyebrang jalan ke Carefour untuk makan. Berarti saya sudah menelantarkan perut telat makan 4 jam, dan terpaksa minum minuman dingin karena tidak tersedia teh manis panas. Selesai makan perut agak lega. Sekitar jam 17:30, teman-teman yang janjian ngumpul sudah dilanjutkan dengan makan-makan di tempat lain, ngobrol ngalor ngidul ndak karuwan ndak terasa sampai jam 22, pulang karena lampu-lampu sudah dimatikan sebagian sebagai pertanda warungnya mau bubaran. Pulang ke arah Bekasi numpang teman dan turun di tengah jalan, tengak-tengok kiri kanan sudah tidak ada tukang ojek dan becak, saya lihat di HP sudah jam 23 lebih, wah pantas kalau begitu. Akhirnya jalan kaki lumayan jauh 1 kilometer lebih sampai keringat membasahi baju dan pergelangan jaket, untungnya pas jaman muda dulu sudah terbiasa jalan kaki berkilo-kilometer. Sampai rumah dan dapat merebahkan badan sudah lewat tengah malam.
Berarti skor hari ini: (1) kurang tidur, (2) telat makan, (3) makan makanan tidak sehat, (4) kecapekan.

Rabu, 20 Maret 2013
Bangun pagi jam 05:00 untuk persiapan mengantarkan sekolah anak jam 06:30 karena sekolahnya masuk jam 06:55. Berarti hari ini kekurangan tidur 3 jam. Karena sudah tidak tertahankan akhirnya saya tertidur di bawah pohon sampai anakku selesai sekolah jam 11. Dilanjutkan dengan periksa ke dokter gigi, karena ada masalah dengan gigi geraham saya. Setelah periksa dan diberi obat, rasanya diseluruh kepala cekot-cekot ndak karuwan di kuat-kuatkan nyetir mobil ke Apotek A yang langganan yang ramai sekali, saya parkir di depan Apotik dimana banyak motor diparkir tetapi disuruh pindah oleh juru parkir, karena gigi sedang sakit jadi mudah emosi, memang apotek disini saja begitu pikir saya waktu itu, akhirnya saya bablas ke apotek C*****y yang diseberang jalan, dan parkir hingga di depan pintu masuknya ndak ada yang protes, lagipula sepi sekali, apotekernya yang lholhak lholhok nampak kebingungan melihat resep dan pake nelpon ke dokter gigi yang merawat, weleh, ternyata masalahnya obatnya ndak ada. Dengan gigi yang semakin cekot-cekot saya tinggalkan apotek tersebut, wah menyebalkan sekali saya putuskan ini terakhir kalinya saya mengunjungi apotek ndak jelas ini. Akhirnya saya menuju ke apotek KF yang agak jauh, apotekernya nampak cekatan mengambil obat dan membuat bon, bahkan memberi saran agar obatnya segera dimakan, mungkin karena melihat wajah saya tegang menahan sakit. Secepat kilat saya keluar dari apotek dan langsung makan obat, beberapa menit kemudian rasa sakitnya berangsur-angsur berkurang. Siang ini ketika anak dan istri makan siang, saya tidak makan, hanya minum juice melon karena rasa di mulut tidak enak. Karena permintaan anak, walaupun rasanya masih agak sakit dan di mata terasa pyar-pyar begitu, jalan-jalan, bermain dan belanja di supermarket sampai malam hari
Skor hari ini: (1)kurang tidur, (2) tidak makan siang dan minum dingin.

Kamis, 21 Maret 2013
Bangun pagi jam 05, tidur hari ini nampaknya cukup, badan terasa segar. Acaranya dilanjutkan dengan mengantar anak sekolah, mengantar istri ke Pasar, saya sendiri ke toko onderdil untuk membeli fog lamp dan wiper yang sudah rusak. Siangnya ke biro jasa memperpanjang STNK kendaraan, kepanasan ndak karuwan ketika ngesek-ngesek nomor rangka dan nomor mesin, pasang wiper dan ngepas-ngepasin dudukan fog lamp. Sore harinya berlanjut mengantar les Ballet anak, pulang les mengantar anak minta jalan-jalan ke supermarket dan makan diluar, dan pulang sudah malam.
Skor hari ini: (1)terlalu lama kepanasan, (2)makan makanan tidak sehat.

Jumat, 22 Maret 2013
Bangun pagi jam 05, tidur hari ini nampaknya pas-pasan. Acaranya dilanjutkan dengan mengantar anak sekolah, mengantar istri dan kawan-kawannya ke Pasar. Pulang sekolah anak minta bermain dan jalan-jalan di supermarket ndak karu-karuwan sampai sore hari. Malam harinya harus menghadiri sermon di gereja sampai rumah jam 23.
Skor hari ini: (1)tidur pas-pasan, (2) aktivitas terus menerus

Sabtu, 23 Maret 2013
Bangun pagi jam 05, hari ini pasti kurang tidur. Mengantar anak mengambil raport sekolah, ternyata biro jasa menelpon bahwa nomer mesin yang di esek-esek ada kekeliruan, dan harus di esek-esek ulang. Jam 10; pulang sekolah langsung ke biro jasa untuk mengambil kertas esek-esek, ndongkrak dan ngolong di tengah mobil untuk mendapatkan nomer mesin yang letaknya nylempit di depan firewall, dan balik lagi ke biro jasa. Sambil berpanas-panasan di bawah terik matahari, dilanjutkan dengan memasang fog lamp karena dudukan yang kemarin di cat sudah kering dan dapat dipasang. Jam 16 kembali ke dokter gigi untuk mencabut gigi sesuai dengan janji bu dokter, akhirnya gigi geraham yang selalu bikin susah berhasil dicabut dengan seribu rasa ndak enak blas. Sesuai dengan petunjuk dokter selesai dicabut saya langsung pulang dan istirahat tidur-tiduran merasakan seribu rasa tidak nyaman, dan tiba-tiba hujan deras ndak karu-karuwan seperti ditumpahkan dari ember. Sekitar jam 19 kurang sambil kegrimisan harus berangkat menghadiri kebaktian rumah tangga di salah seorang warga, sambil menahan sakit harus melayani sebagai liturgos karena sudah menyanggupinya. Saat tiba untuk makan, saya tidak makan, malahan minum air mineral yang dicemplungin es batu untuk menekan rasa sakit. Jam 21 lebih berlanjut mengunjungi ke kediaman salah satu warga yang meninggal dunia, sampai dirumah sekitar jam 23.
Skor hari ini: (1)kurang tidur (2)aktivitas terus menerus, (3)lupa makan malam dan minum es (4)terpapar cuaca ekstrim siang berpanas-panasan malam kehujanan.

Minggu, 24 Maret 2013
Bangun jam 05, hari ini pasti kurang tidur lagi, karena sedang bertugas, maka harus berangkat ke gereja lebih pagi. Pulang gereja dilanjutkan dengan kebaktian pemakaman jam 13:00 dan dilanjutkan konvoi menuju ke pamakaman untuk prosesi pemakaman. Hari ini panas terik, tetapi lubang galian penuh air, jadi prosesinya agak lama karena harus menguras air terlebih dahulu.
Sepulang dari pemakaman anak minta makan diluar, di rumah makan MK yang memang sudah lama tidak kesana. Sepulang makan masih minta belanja dan bermain di supermarket, sehingga pulang sudah malam. Badanku sudah mulai terasa drop kehabisan tenaga, dan benar. sampai rumah tiba-tiba menggigil kedinginan, badan demam, dan sesak nafas. Serangan sesak napas berakhir kira-kira jam 23 dan baru dapat beristirahat dengan agak tenang. Saya berharap besok hari senin adalah hari terakhir liburan akan beristirahat sehari penuh.
Skor hari ini: (1)kurang tidur, (2)aktivitas terus menerus, (3)terpapar panas

Senin, 25 Maret 2013
Bangun jam 05, hari ini kurang tidur dan tidak nyenyak, badan rasanya panas dingin lemas dan mata berat sekali, mengantar anak sekolah masuk pagi, dilanjutkan dengan mengantar istri periksa ke rumah sakit. Rencana untuk istirahat seharian musnah karena jam 10-an seorang kawan menelpon untuk berkunjung untuk meminta tolong dan masih ada dua orang kawan lagi yang datang bertamu waduh mati aku, baru bisa meletakkan badan jam 15-an, sedangkan jam 16 harus mengantar anak les ballet. Rencana untuk tidur nyenyak semalam juga musnah setelah mendapat SMS booking pesawat garuda jam 06 esok hari..!!, berarti boarding setengah jam sebelumnya, padahal biasanya pesawat jam 11 siang.
Skor hari ini: (1)kurang tidur, (2)aktivitas terus menerus

Selasa, 26 Maret 2013
Hari ini saya cumak tidur 4 jam, bangun jam 02 badan rasanya meriang panas dingin dan kepala pening, jam 02:30 naik ojek menuju ke pangkalan bus damri agar bisa naik bus damri jam 03. Bus secepat kilat sampai di bandara terminal 2F, soalnya ndak pake macet, nukering sms dengan e-tiket, chek in, masuk ruang tunggu, boarding, naik bus menuju pesawat, sampai pesawat tinggal landas semuanya saya lakukan dengan setengah tidur setengah bangun, kopi yang disediakan oleh pramugari hampir tidak terminum, roti saya masukin saku, dan berlanjut tidur lagi sampai pesawat landing. Eh ndak taunyarencana melanjutkan istirahat di kendaraan jemputan musnah sudah karena saya harus mengikuti kegiatan lain ke lapangan pertamina berjemur di terim matahari sampai jam 15-an dan perjalanan menuju lapangan selanjutnya 200 km lagi menggunakan kendaraan dengan ban mud terrain kalau dipakai di jalan aspal bunyinya berisik ndak karu-karuwan duh tambah pening kepala. Sampai di lapangan sudah lewat jam 19. Nah sekarang ini ndak bisa ditawar-tawar lagi, setelah makan dan minum secukupnya langsung tidur .. sampai 06 esok hari.
Skor hari ini: (1)kurang tidur, (2)aktivitas terus menerus.

Rabu, 27 Maret 2013
Bangun jam 06, istirahat cukup dan lumayan nyenyak, badan rasanya masih meriang panas dingin dan kepala agak pening, tetapi pekerjaan telah menanti

Kesimpulan
Kapok deh, untuk tidak mengulangi lagi aktivitas terus menerus yang menguras tenaga dan pikiran, mengkorupsi jam tidur, menunda makan. Badan manusia memang bukan robot atau mesin, lha mesin saja bisa remuk kalau dijalankan terus menerus atau dipaksa overspeed, overheat, tidak diganti oli dan spare part bermutu sesuai aturan, tidak menggunakan BBM yang sesuai..
Kapok deh
Kapok deh
Kapok deh
Kapok lombok

ANTARA MI INSTAN, SEGITIGA API DAN BLOW OUT

QUICK NDOBOS Maret 16th, 2013

Di dunia ini ada berbagai macam klasifikasi benda yaitu:
Bahan bakar
Benda mudah terbakar
Benda sulit terbakar
Benda tidak dapat terbakar
Benda memadamkan api

Bahan bakar di dunia ini ada berbagai macam bahan bakar, ada yang berupa padat, cair dan gas. Contoh bahan bakar padat: lilin, karbit, batubara; bahan bakar cair: minyak tanah, bensin; bahan bakar gas: elpiji, asetelin.
Di dunia ini ada juga bahan yang mudah terbakar dan yang sulit terbakar, yang mudah terbakar contohnya: kertas, kayu, kain.
Yang sulit terbakar dan tidak dapat terbakar misalnya: batu, tanah liat, besi, pasir.
Yang memadamkan api misalnya: air (termasuk es dan salju).

Bahan bakar apabila dicampurkan dengan benda yang mudah terbakar dapat mengakibatkan benda itu semakin mudah terbakar, misalnya bensing di tuang pada kayu, maka akan menyebabkan kayu semakin mudah terbakar.
Bahan bakar apabila dicampurkan dengan benda yang sulit terbakar atau tidak dapat terbakar, terkadang bisa membuatnya terbakar atau terbakar bahan bakarnya saja.
Bahan yang mudah terbakar dapat menjadi sulit terbakar jika dicampur dengan bahan yang sulit terbakar, misalnya kertas disiram air menjadi basah, maka akan sulit terbakar.
Benda terbakar apabila dicampur dengan benda yang memadamkan api, maka api dapat padam.
*** tambah mumet ***

Setiap bahan bakar pastilah mudah untuk terbakar (flammable), dan berpotensi menimbulkan ledakan, tetapi tidak semua yang mudah terbakar itu mudah meledak (eksplosive), dan tidak semua yang mudah meledak itu mudah terbakar.

Oleh karena itu setiap benda yang mudah terbakar alias flammable diberikan logo seperti dibawah ini
a25f99d775ffd92ec2b79e59bfb06b31_flammable

dan benda yang mudah meledak diberikan logo seperti dibawah ini:

01d0142b4efb2d651f54b9bf09e0f348_explosive

Menurut sumber yang dapat dipercaya, definisi terbakar alias kobong adalah tersebut di bawah ini

3b471be1180589228f883175dc4c6a64_teori-1

Sedangkan meledak alias mbledhos atau mleduk dan njeblug; adalah proses cepat pelepasan tekanan dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, baik itu bersifat mudah terbakar atau tidak. Misalnya plembungan mbledhos, tabung gas meledak, termasuk album yang terjual laris dengan tiba-tiba disebut juga meledak, pipa meledak, dan lain sebagainya.

Sedangkan api adalah proses oksidasi yang timbul karena adanya bahan bakar (fuel), oksigen (oxygen), dan panas (heat), atau lebih dikenal dengan segitiga api

d15059ed720c308e6ea2459630024c61_segitiga-api-1

Akhir-akhir ini seringkali terjadi kasus terbakar atau meledaknya tabung bahan bakar, menurut sumber yang tidak diragukan kebenarannya menuliskan dibawah ini

a26b74b72fe3eeb2facc7ce40ba6f0ce_teori-2

Sumber yang lain lagi menuliskan berdasarkan sudut pandang yang lain menyebutkan seperti ini

bae4b42ec2d3eb93d02b5d2c7e1f89e3_teori-3

Namun, di sekitar tahun 2009, menurut konferensi yang dilakukan oleh NFPA (Nepotism Federation Paling Afdol) bahwa teori segitiga api itu telah dirubah karena telah dipatahkan oleh teori bahwa, kebakaran dan ledakan itu tidak disebabkan oleh PANAS BAHANBAKAR OKSIGEN tetapi karena MIE INSTANT BAHANBAKAR OKSIGEN.

Jadi gambar segitiga api yang baru adalah seperti dibawah ini:

fb2dd788e3ab1d655de76913bd97113b_segitiga-api-2

Penemuan menggemparkan itu diawali dari sebuah perusahaan PMDN (Penanaman Modal DeNgkul) yang bonapit yang bergerak di bidang pembuatan peralatan pijat dan kesehatan, sebut saja PT Menang Okol di sebuah negeri Atas Angin. Sebagai program CSR (Cara Supaya Rame) untuk meningkatkan loyalitas karyawan kepada perusahaan maka selain memberikan makan sesuai jam makan, dan memberikan minum secukupnya, maka juga dibagikan makanan supplement alias tambahan.

Setelah crak-crek-crok crak-crek-crok melewati sebuah diskusi yang menghabiskan waktu dana dan tenaga antara management dan serikat pekerja, akhirnya diputuskan bahwa makanan supplement itu berupa mie instant. Hal ini dipertimbangkan karena ada salah seorang orang dalam yang ngotot menjadi supplier mie instant itu tadi.

Hari berganti, minggu bergulir, bulan berlalu. Rupa-rupanya diskusi yang menghabiskan waktu dana dan tenaga dari orang-orang yang tidak berkompeten itu tadi hasilnya juga mencerminkan ketidak kompetenannya itu tadi. Karyawan PT Menang Okol memang diberikan makanan supplement setiap hari, yaitu sebanyak dua bungkus mie instant. Tetapi mereka tidak pernah meikirkan bagaimana cara mie instant itu tadi dapat dimakan, karena mie instant itu bukan mie remes makanan anak kecil yang diremet-remet terus di emplok dalam kondisi kering. Jadi harus dimasak pake kompor dan panci, pakai air, menggunakan alat makan piring mangkuk dan sendok, setelah dipakai perlu dicuci dan disimpan di tempat yang semestinya, dan lain sebagainya.

Karena tidak disediakan peralatan memasak itu tadi, maka sebagian karyawan memasak dengan menggunakan peralatan untuk mengelas, ditumpangkan ke dalam mesin-mesin produksi yang mengeluarkan panas dan api, bahkan membuat tungku berbahan kayu-kayu bekas di sekitar pabrik.

Nah suatu ketika, karena keteledoran itu tadi, terjadilah ledakan dan kebakaran yang merenggut korban, yang disebabkan salah seorang karyawan memasak mie instant dengan menggunakan peralatan untuk mengelas. Tentu saja berita ini menjadi gempar karena sempat masuk siaran TPI (Topik Paling Isuk).

Menurut investigasi dari pihak yang berwenang dan pihak PT Menang Okol, berkesimpulan bahwa penyebab dari kebakaran itu tadi bukan karena keteledoran karyawan, bukan kesalahan prosedur dan kebijakan, bukan karena ketidak hati-hatian, bukan karena penyalah gunaan peralatan, tetapi dikarenakan mie instant yang dimasak gampang mleduk. Dan siapa saja yang mempermasalahkan apalagi dengan sengaja membersar-besarkan masalah ini *** konon istilahnya disebut memblow out *** maka akan diberikan sangsi yang sebesar-besarnya.

Itulah sebabnya, sampai sebuah organisasi yang berkompeten di bidang Fire yaitu NFPA (Nepotism Federation Paling Afdol) memutuskan untuk merubah teori segitiga api. Dan produsen mie instant diwajibkan memasang logo mudah terbakar (flammable) dan mudah meledak (explosives) dalam setiap kemasannya, disamping logo HALAL.

6a6c49215eb4e829aa432dad8e0fe845_mie-mbledhos

ANTARA KANG SUPARMAN, SPESIALIS DAN ILMU POKOK BEDA

QUICK NDOBOS Maret 15th, 2013

Agar kelihatan lebih pintar dari orang lain, terkadang ada orang yang menerapkan ilmu asal beda, ilmu pokok seje, ilmu anggere ora podho. Sebut saja namanya kang Suparman. Misalnya jika kita berpendapat bahwa duluan telur daripada ayam, maka kang Suparman akan berpendapat duluan ayam daripada telur. Kalau yang lain mandi dulu baru makan, maka kang Suparman akan makan dulu baru mandi. Maka ndak heran kalau suparman Suparman ini mengenakan celana panjang terlebih dahulu baru kemudian celana dalam.

Di dunia ini kita mengelah istilah spesialisasi pekerjaan dan dimana kita harus menguasai segala hal tentang benda. Kita harus benar dalam menerapkan dimana dan kapan, dan tidak harus memaksakan kehendak dengan ilmu anggere ora podho itu tadi. Rupa-rupanya kang Suparman itu ingin memaksakan ilmu anggere ora podho; agar dianggap mempunyai kelebihan dibanding orang lain, atau ingin membuat orang lain bingung, saya ndak mudeng. Rupa-rupanya kang Suparman memiliki mobil merk dan type tertentu, dan hobby otomotif ngoprek mobil itu tentunya akan sangat menguasai segala hal di dalam mobil itu, mulai dari tutup pentil sampai bongkar pasang mesin, mulai dari pasang plat nomer sampai pasang turbo charge, ahli setel kaki-kaki sampai dengan setel ECU. Mulai dari mbeneri AC sampai modifikasi sound system. Mulai mbeneri lampu pedhot sampai ndempul dan ngecat. Karena bergelut dengan benda yang sama bertahun-tahun, maka akan menguasai segala tetek dan bengeknya. Dan ia ingin memaksakan orang lain melakukan sama dengan dirinya.

Pada waktu Sekolah Taman Kanan-kanak *** biasanya pake kelas nol besar nol kecil *** satu ibu guru membimbing untuk anak seluruh kelas, mulai dari pelajaran menggambar, mengenal huruf, menyanyi, senam, olahraga, baris berbaris, tata kerama dan budi pekerti, bahkan membantu kalau ada siswa-siswi yang pipis dan eek di kelas dan lain sebagainya.

Ketika meningkat menjadi Sekolah Dasar kelas awal spesialisasi guru mulai diterapkan, karena ada guru olahraga yang khusus mengajar olahraga untuk semua kelas, begitu juga guru agama, guru bahasa inggris, guru computer dan keterampilan khusus yang lain jika ada.

Semakin tinggi tingkatan sekolah SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, maka spesialisasi guru atau dosen semakin tajam pada bidang-bidang keilmuan yang diminati dan ahli di bidangnya. Dan tentu saja bukan berarti guru pelajaran Kimia tidak mengerti bahasa Inggris, bukan berarti guru bahasa Inggris tidak mengerti budi pekerti.

Begitu juga bidang pekerjaan lain misalnya di pemerintahan desa, kepala desa , carik atau wakil kepala desa, dinowo atau kepala dusun, bayan, jagatirta, ketua rukun warga sampek ketua rukun tetangga, kaur agama, kaur keuangan dan lain sebagainya. Semuanya mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berbeda di bidang spesialisasinya. Tetapi juga bukan berarti pak dinowo tidak mengerti urusan keuangan, pak naib tidak ngerti urusan tata tirta, semuanya saling mengerti, hanya saja bidang yang di urusi masing-masing agar tidak terjadi tumpang tindih dan ahli di bidangnya.

Bila kita jalan-jalan memperhatikan bengkel-bengkel kendaraan, ada yang mengkhususkan dirinya untuk menangani air conditioner saja, ada yang spesialis bedah dan reparasi radiator, banyak yang khusus jualan velg dan ban dan tidak menerima nambal ban saja *** kalau tukang tambal mah banyak ***, beberapa mengkhususkan body repair, khusus servis shockbreaker, spesialis audio, khusus ndandani jok dan lapis interior, yang di pojokan khusus accu, di tempat lain khusus reparasi kaca film, ada yang umek khusus jualan sticker, tutup pentil, dan accecories remeh temeh tambahan lain, ada toko yang khusus jualan accu dan ganti oli.

Coba perhatikan, ada enggak pemilik motor Honda yang mbenerin jok sobek di bengkel resmi AHASS; ada enggak pemilik mobil Suzuki yang ganti velg dan ban ke bengkel resmi BERESS?; kemana bengkel resmi Toyota merekomendasikan jika ada AC bermasalah. Bengkel resmi yang mengkhususkan merk tertentu biasanya hanya konsentrasi ke mesin dan komponen utama dan service rutin saja, dan terdiri dari orang-orang yang spesialis mengerjakan hal tertentu saja.

Di dalam bengkel terdiri dari orang-orang yang spesialis mengerjakan hal-hal tertentu saja; coba perhatikan kalau kita ke bengkel resmi,
1. Begitu masuk bleng pelanggan akan diterima oleh petugas security yang ramah tamah murah senyum, memberikan kartu check in sambil menanyakan keperluan dan akan memberikan petunjuk-petunjuknya.
2. Kemudian pelanggan akan masuk ke front office untuk mendaftarkan keperluan sambil memberikan kunci, surat-surat dan buku service, orang yang di front office akan memasukkan data antrian spare parts dan lain sebagainya dan memberikan estimasi biaya dan estimasi selesainya pekerjaan.
3. Setelah itu kita diminta menunggu di ruang tunggu, disana ada petugas jaga yang menawari minuman dan makanan.
4. Ruang tunggu selalu bersih dan wangi, bengkel juga bersih dan terawat karena dibersihkan oleh office boy yang rajin.
5. Ruangannya terang, AC dingin karena selalu dirawat oleh bagian perawatan gedung.
6. Mobil anda yang telah siap akan dibawa oleh sopir khusus ke tempat service
7. Mobil akan ditangani oleh beberapa montir dengan spesialisasinya masing-masing.
8. Helper akan mengambil spare parts di gudang yang dijaga oleh penjaga gudang khusus, mengantar spare parts kepada montor. Jika telah selesai akan melaporkan ke bagian front office.
9. Selesai di servis akan dibawa sopir ke tempat cuci mobil, dan akan di cuci oleh khusus tukang cuci.
10. Front office melaporkan ke bagian pembayaran/ kasir; front office memberitahukan liwat pengeras suara bahwa bahwa kendaraan telah siap, dan
11. Pelanggan akan membayar ke kasir.
12. Dengan bukti pembayaran pelanggan mengambil buku service, surat-surat, dan gate pass keluar bengkel.
13. Sopir akan membawa mobil dari tempat cuci ke tempat parkir.
14. Pelanggan menuju kendaraannya, mengecek kondisi, dan dapat keluar dengan puas dan senang hati dengan menunjukkan gate pass pada petugas security.

Coba hitung, ada berapa orang spesialis dalam melayani servis mobil itu?. Jika dalam satu hari hari ada 100 pelanggan dan masing-masing pelanggan memerlukan waktu 2 jam untuk service, dan bengkel tersebut jam buka 8 jam sehari maka:
pak security akan menerima 100 pelanggan, front office melayani 100 pelanggan, montir memperbaiki 100 kendaraan sesuai dengan spesialisasinya masing-masing, helper mengambil dan mengantar spare parts untuk 100 pelanggan, sampai tukang cuci pun mencuci 100 kendaraan.

Coba perkirakan berapa tenaga spesialis yang dibutuhkan bengkel tersebut?

Bayangkan jika tidak dilakukan spesialisasi, dimana setiap orang masing-masing harus bisa semuanya mulai dari menerima tamu pelanggan, menerima di front office, perawatan dan memperbaiki kerusakan dari a sampai z mulai dari ganti oli, setel roda-roda, cek engine, memperbaiki AC, ndandani jok yang bautnya kendor pating krengkit, ganti bohlam, moles cat yang baret, ngepel lantai, nyuci mobil, sampai menerima pembayaran, wis pokoke kabeh harus bisa dan mau melakukan. Termasuk menyediakan kopi bagi pelanggan.

Weleh-weleh dibutuhkan orang yang serba biasa dan dapat klenger masing-masing orang tersebut. Dan perkirakan jumlah tenaga akhli segala bidang yang dibutuhkan? Bayangkan semrawut dan hiruk pikuknya bengkel tersebut?.

Begitu pula struktur organisasi maintenance di suatu perusahaan, dikenal spesialisasi. Mulai yang namanya engine cleaner, oilman, mechanic, electrician, welder, helper, fixer, drafter, disainer, engineer dan lain sebagainya. Ada yang pinter nangani bagian elektronik dan system control saja, ada yang pinter di bidang hydrolik dan pnumatik, sedangkan welder jago urusan ngelas mengelas dan potong memotong besi. Untuk rekayasa ditangani oleh engineer sesuai bidangnya baik itu listrik, sipil dan mekanikal. Urusan gambar menggambar diserahkan kepada disainer dan drafter. Tidak semua mekanik menguasai vehicle, electrician tidak perlu repot-repot belajar ngelas. Namun bukan berarti mekanik yang akhli di bidang penumatik dan hydrolik dapat bekerja sendiri, ketika bekerja membutuhkan bantuan Tenaga oilman, helper dan cleaner, perlu dibantu oleh electrician, ketika membutuhkan gambar sparepart minta bantuan drafter, untuk itulah diperlukan supervisor dan manager dalam bekerja yang dapat mengatur segala sesuatunya dapat berlangsung dengan baik yang mengurusi jam kerja, lembur, absensi, kebutuhan spareparts, ngurusi safety, dan menyusun laporan tetek bengek.

Jika dalam suatu perusahaan ada 100 macam equipment, maka tanggung jawab oilman adalah 100 equipment, tanggung jawab engine cleaner 100 equipment, tanggung jawab drafter 100 equipment, tanggung jawab supervisor, koordinator bahkan managernya ya tetap 100 equipment.

Coba perkirakan berapa tenaga spesialis yang dibutuhkan bengkel tersebut?

Namun apa yang terjadi jika diharuskan satu orang harus menguasai satu equipment mulai dari a sampai z, mulai dari memberi oil setiap hari, ngelap-ngelap mesin, ngurusi system control elektronik yang rumit, ahli di bidang pnumatik, jagoan di bidang hydrolik, ngurusi min-max ketersediaan spare part untuk mesin yang di tangani, kalau ada kerusakan harus bisa ngelas. Untuk rekayasa ia harus bisa menggambar teknik, membuat estimasi teknis, berkomunikasi dengan vendor, dan lain sebagainya.

Coba perkirakan berapa manusia serba bisa alias kang Suparman yang dibutuhkan?; bayangkan kerepotan dan kebutuhan peralatan?
cc7199ad3d24ce08d1e3ad9b287f1716_suparman

ANTARA KANG SUTRIS, KANG JONO, DAN SI CEMPLUK

QUICK NDOBOS Maret 14th, 2013

Pada postingan sebelumnya saya ceriterakan kisah Kang Sutris yang otaknya rodo miring yang hobby corat-coret, menggores dan memahat; di dinding, pohon, tiang, gapura, jembatan, kaca mobil, rolling door, batu dan media nyata (hardware) lain sebagainya. Coretan, goresan dan pahatan itu tadi merupakan wahana bagi kang Sutris untuk mengeluarkan ekspresi dirinya, uneg-unegnya, menampilkan karya nya, agar orang lain dapat mengetahui apa yang di dalam pikirannya dan sebagai pembuktian bahwa dirinya yang dinilai gendheng tadi otaknya yang gila tidak kosong.

Setelah sekian tahun dan kami dipertemukan dengan kang Sutris tua dengan nama berbeda yaitu mbah Setra, di tempat yang letaknya ratusan kilometer, dibelah sungai dan lautan, dunia yang berbeda, dan kemajuan teknologi yang jauh berbeda. Apa yang terjadi?. Mbah Setra ternyata masih menjadi kang Sutris, dengan handphone canggihnya yang bukan sekedar SMS dan telpon, mbah Setra mengumbar SMS, MMS, dan Email hampir setiap hari, terkadang sampai 3 kali sehari, yang dikirimkan berupa apa saja, kata mutiara, peribahasa, kisah lucu, potongan ayat suci, hadist, petuah-petuah, gambar-gambar lucu, wis pokoke macem-macem. Saya kira hanya saya thok yang menerima SMS itu, ternyata beberapa kawan yang menjadi sahabat mbah Setra mengalami perihal yang sama.

Jadi antara kang Sutris dan mbah Setra mempunyai perilaku yang sama, HANYA GANTI MEDIA SAJA. Kalau dulu berupa pesan hardcopy, dengan kemajuan teknologi ian menggunakan pesan soft copy. Pertama sih biasa saja, kedua agak lucu, lama-lama mblenger, berikutnya merasa terganggu dan sebel; karena kirim SMS, MMS dan Email nya pada jam-jam dimana orang lain sedang istirahat. Karena message tadi bersifat real time, jadi MEMAKSA kita untuk membuka dan melihatnya saat itu juga.

Corat-coret, menggores dan memahat; di dinding, pohon, tiang, gapura, jembatan, kaca mobil, rolling door, batu dan sebagainya adalah: MEMAKSA ORANG LAIN UNTUK MEMBACA, MENGGANGGU KENYAMANAN, DAN KETERTIBAN. Di jaman sekarang perilaku tersebut sama dengan spammer atau broadcaster yang gemar mengirimkan SMS, MMS dan Email, dimana penerima dipaksa untuk membaca pesan yang tidak dibutuhkan.

Manusia normal yang waras, menulis dan menggambar karyanya jika berupa hard copy pada media cetak dan buku-buku. Jika berupa soft copy pada website, blog, atau media social (bukan messenger) yang lain, jika berupa rekaman suara atau video dapat di kirim ke Youtube, yang tidak pernah memaksa orang lain untuk membaca, tidak mengganggu kenyamanan dan ketertiban. Justru orang yang ingin membaca, mendengar dan melihatlah yang berusaha mencari apa yang hendak dibaca dan dilihat, bukan dipaksa untuk membaca dan melihat di waktu dan tempat yang tidak benar.

Ini adalah contoh broadcast email yang topiknya sebuah artikel, saya yakin ini bukan buah karya pengirimnya, tetapi sekedar copas dari artikel lain, pengirimnya kang Jono yang merasa lebih pinter atau paling duluan baca artikel ini:
c0a4bad71f844ee6087e33234246a4bf_membroadcast-artikel

Di lain waktu, kang Bejo yang merasa tidak puas dengan atasannya membroadcast sebuah email dan alamat email saya termasuk dalam address list nya, karena tidak punya nyali untuk protes langsung ia membroadcast email seperti dibawah ini
ef3f1e7264dfd3e9cc55abdc635768c8_membroadcast-nada-protes

Beda lagi dengan kang Baderi, agar dirinya (perasaan dia sendiri) nampak lebih beriman dibanding orang-orang lain; membroadcast sebuah khotbah seperti dibawah ini *** mungkin sambil membayangkan sedang khotbah di depan ribuan umat ***:
80d6d2f45d1015e8217e2eb8808d95de_membroadcast-kotbah

Di lain waktu kang Jono membroadcast fotonya yu Cempluk yang ketangkap basah, agar orang lain menganggap dirinya menjadi fotografer yang disegani yang telah berhasil memotret seseorang tanpa diketahui, maka ia membroadcast foto seperti dibawah ini. Iya kalau yu Cempluk difoto dalam posisi terhormat, kalau sedang telanjang mandi di pantai bagaimana ?.
e5eac5d9ea0579193ee45b0d69b3d45f_membroadcast-foto

Yang berikutnya kelakuan penyimpangan mental kang Mukidin, tentu dengan maksud agar orang-orang mengerti bahwa ia mempunyai hubungan khusut eh khusus dengan orang yang diberi ucapan, maka ia dengan sadar dan rela hati membroadcast ucapan yang seharusnya hanya di tujukan kepada orang yang dimaksud. Tentu ini bisa disebut perilaku menyimpang, pernahkan anda men cc. kan ucapan ulang tahun pacar ke teman-teman, men cc. kan ulang tahun ibunda ke seluruh RT ?.
3a9b242a3cce5a195005f91ea321b737_membroadcast-ucapan

Jadi jika di jaman sekarang jika ada orang yang suka menjadi spammer, broadcaster, pesan semacam kang Sutris tadi baik berupa SMS, MMS, Messenger (BBM, Whatsapp, Facebook Messenger, Yahoo Messenger & berbagai macam messenger lain) dan terutama Email; mungkin mempunyai kelainan yang sama seperti kang Sutris itu tadi.

Saya kurang paham kelainan jiwa jenis apa yang di derita oleh kang Sutris dan kawan-kawannya itu tadi, dan berharap untuk tidak bertemu lagi dengan manusia-manusia sejenis itu.

ANTARA SEPUPU DAN SESUSU DAN PENYAKIT GENETIK

QUICK NDOBOS Maret 13th, 2013

Baru-baru ini saya mengikuti seminar yang diselenggarakan oleh LBH (Lembaga Bantuan Humor) yang membahas masalah hubungan sepupu sesusu dan penyakit genetic. *** wis jan gak mutu dan gak genah blas pokoke ***. Soalnya ada beberapa kawan yang mempunyai kemiripan penyakit dikarenakan mereka adalah diduga disangka didakwa *** kalo pinjam istilah kawan lama: di sinyalir *** sudah menjadi saudara sepupu dan sesusu.

Untuk membuktikan mereka itu benar-benar telah menjadi saudara sepupu dan sesusu marilah kita lihat referensi berikut ini:

Menurut sumber terpercaya yang saya, yang saya print screen seperti dibawah ini *** lebih afdol daripada copy paste *** sepupu adalah:
5bd190e040923d8e10de2f564961408d_sepupu-1
Nah wis jelas, beberapa orang yang dimaksud memang benar-benar sepupu baik dalam artian menurut wikipedia diatas maupun sepupu dalam arti harfiah, pernah numpang di pupu yang sama *** nggeblak nyekakak kari gulung-gulung ***; dan mereka bener-bener mempunyai nenek moyang yang sama, soale podho-podho homo sapiens, wis talah mesthi anak turune Adam dan Hawa.

Menurut sumber yang tidak disangka-sangka *** mak bedunduk *** dapat dipercaya; sesusu adalah:
8473368950d79edae38591130eaf4c12_sesusu-1
*** kukur-kukur sirah karo manthuk-mantuk *** bener juga ya, ternyata menurut definisi diatas bahwa mereka itu benar-benar saudara sesusu atau saudara sesusuan atau saudara persesusuan, soale pernah ngempeng di orang lain yang sama dan bukan ibu kandungnya *** ngeplak bathuk karo nyekakak ***. Lho temenan iki, terbukti mereka cukup tertib saling hormat menghormati sebagai saudara, utang-utangan dhuwit lan rokok dan diantara mereka berjanji untuk tidak menikah *** tambah nyekakak karo njungkelnjungkel *** kecuali gelem di cap homo.

Dicuplik dari sebuah diskusi yang serius antara ilmuwan dan ilmuwati, dalam sebuah buku sobek, tersebutlah pendapat dibawah ini:

b9e3c31732c39d9d79245eb9649cb358_sususu-2
Beruntung mereka ini, ternyata menjadi saudara sesusu tidak menimbulkan kesamaan genetic, penularan penyakit genetic, dan mereka tetap menjadi individu-individu yang berbeda. Cilaka tenan kalau setelah menjadi saudara sesusu mereka mempunyai kesamaan genetic, yang repot mesthi teman-temannya jadi kesulitan membedakan mana si A si B dan mana si C. Percayalah kawan-kawan itu tetap mempunyai perbedaan yang mudah dilihat, yang satu berkumis yang lain tidak, yang satu berpenampilan kalem yang lain tidak, yang satu berbadan kecil yang berbadan besar, dan seterusnya. *** mungkin dhekne juga menerapkan jurus pokok beda ***. Kalau mereka sama-sama senang merokok dan ngopi-ngopi, itu sih kebetulan saja karena menurut bang Napi bahwa: merokok dan ngopi bukan karena niat tetapi karena ada kesempatan.

Tetapi mereka mempunyai penyakit genetic yang sama yaitu: gampang ilang secara misterius dan bersama-sama.

Lha kalau menurut penuturan pak kYai Talkeh *** nguntale akeh *** ; dalam bukunya yang berjudul: Antara Aku Kau dan Bekasku; diterangkan bahwa :
02d42aa43ef61590e2ec3daebe318f6f_sesusu-3
Kawan-kawan saudara sepupu dan sesusu itu memang sudah paham betul dan mengerti hukum agama yang berlaku. *** Ck ck ck thi huebate yo, mesthi weton pawiyatan luhur Minak Cungkring, huek kek kek, nyekeli weteng sing mulai mules-mules mergo kokehan nyekakak *** . Mereka memang sangat-sangat membutuhkan susu itu dan sudah semua ditinggal pergi oleh ibu kandungnya, atau justru mereka yang meninggalkan ibunya di kampung halaman.

Tatacara, prosedur, dan cara kerja menurut Standard Keselamatan Persusuan Internasional 18001 yang diadopsi oleh SNI (Standard Nyusu Indonesia) dibawah ini benar-benar diterapkan oleh ibu sesusuan mereka *** hihikss ***
58a292870212cb4bcdc235025c5bcb5f_sesusu-4
Bener juga kan mereka sama-sama lelaki, berkumis dan berjenggot jadi ndak mungkin kawin *** ngeplak jidat lagi terus gulung-gulung ***

Ternyata mengutip peraturan perundangan KPK (Komisi Persusuan Kepupuan), BAB 280 Pasal 5000 ayat 7a; tersebutlah bahwa:
f5bf8b7ec641fc86b72fafb50b8b7062_sesusu-5
Menurut aturan pertama: mereka itu jelas menyusu menungsa, tidak mungkin to menyusu wedhus atau jaran?
Menurut aturan kedua: nampaknya mereka menyusu secara sendiri-sendiri, soale kalau bareng-bareng namanya nyusu kolektif *** koyo ngurus SIM wae ***; masalah berapa kali aku sing weruh.
Ketiga: mereka kayaknya masih dalam masa menyusi, nampak masih lucu-lucunya begitu.

Dan ternyata mereka sudah pernah membuat kesepakatan dan dituangkan dalam surat wasiat di bawah ini dan di tandatangani dengan tinta darah:
6b34b30a246215432b5c1dfad993e2b2_sesusu-6
Pertanyaannya
Siapakah Ibu Sepupu dan Sesusu Mereka ?
Kirimkan jawaban anda ke via sms ke 0817 731 470

ANTARA BERKAT, KANG SUTRIS, DAN MBAH SETRA

QUICK NDOBOS Maret 12th, 2013

Dulu sekali waktu saya masih anak-anak, dalam pada itu *** di suatu tempat yang berbeda *** ada orang gila *** ORGIL begitu *** namanya kang Sutris. Walaupun gila tetapi kang Sutris ini tidak seperti orang-orang gila pada umumnya, ia tetap mandi dan berpakaian bersih mengenakan celana panjang kolor warna hitam dan kaus oblong cap swan atau kaus oblong lain yang ada merk rokok, cengkeh, jamu, obat, cat, minyak kelapa dan sebagainya yang biasanya hasil pemberian dari toko-toko milik warga Tionghoa. Ia selalu mengenakan sandal japit dari karet ban, terkadang kalungan sarung motif kotak-kotak dan mengenakan songkok yang sudah pudar beludrunya, cara memakainya khas yaitu di blesekne dengan arah melintang. Didalam songkok itu ada bungkusan plastik yang di peniteni *** agar ndak jatuh *** katanya berupa jimat agar selalu sehat kuat tahan cuaca dan sakti mandraguna. Bener juga sih, kang Sutris ndak pernah nampak sakit, badanya tegap ototnya kuat, pertanda cukup makan dan banyak bergerak. Saya pernah dipanggul diatas pundaknya yang kokoh berpegangan telinganya yang legam, ia nampak senang sambil sedal sedul merokok tingwe nya, yaitu pas nonton sepakbola, karena badan saya kecil ndak keliatan depan, oleh Kang Sutris dipanggul.

Menurut orang-orang tidurnya di pasar yang berdekatan dengan terminal omprengan, ya benar, pasar itulah yang menjadi rumahnya dan tempatnya mendapatkan rejeki. Disitu ia tidur, menjemur pakaian dan mendapatkan makanan sehari-hari. Sedangkan untuk mandi di kanal *** kali buatan untuk irigasi *** disebelah pasar sapi *** padahal yang dijual ndak sapi thok, ada kerbau, kambing, ayam dan bebek, dan tempat mangkal agen Porkas judi resmi jaman dulu ***.

Sehari-harinya kang Sutris ndak perlu repot membeli makan, karena penjual makanan mulai dari yang ider sego pecel pincukan, bakso, rawon, sate, nasi goreng, es campur, angsle, toko-toko disekitar pasar, dengan sukarela memberi makan kepada kang Sutris kapan saja kang Sutris mampir. Bahkan sopir-sopir angkutan dengan sukarela membelikan tembakau dan kertas sek nya *** karena kang Sutris ndak mau merokok jadi, lebih suka tingwe alias ngelinting dhewe ***

Kenapa?, karena kang Sutris ini orangnya cepat kaki ringan tangan, disuruh apa saja bersedia, mulai dari mencuci mobil omprengan, membawa memikul barang dagangan, menggelar dagangan, sampai kukut dagangan, membersihkan lapak yang akan dipakai jualan, bersih-bersih emperan toko, ngangkut air bersih, nggotong kayu bakar, jaga parkiran di masjid, nuntun kerbau dan sapi sampai di pembeli atau penjual, dan nyebrangin anak sekolah. Dan anehnya kang Sutris tidak menerima bayaran berupa uang !. Itulah sebabnya kapan saja kang Sutris perlu makanan, baju, sabun tinggal meminta saja kepada siapa saja yang pernah minta jasa nya, aneh kan ?.

Tapi kalau pas galau, seharian tidak mau bekerja apa saja dan tidak mau makan, biasanya hanya berlangsung tiga hari. Siapapun ngomong apa saja ndak didengerin, dan tidak ada sepatah kata yang keluar dari bibirnya, senyum apalagi tawa yang sering di umbar *** namanya juga gila *** . Kegiatan selama galau itu biasanya hanya merokok tingwe, membaca koran majalah dan buku-buku bekas apapun yang ia kumpulkan. Oleh karena kang Sutris ini tidak buta huruf, maka nya kalau ditanya dan di dengerin *** istilah keren nya ditanggap *** segala macam pelajaran anak SD *** karena buku-buku bekas yang ia dapat dari sekolahan SD dekat pasar *** kromo inggil nya halus, baca tulis arab jago, huruf jawa oke, bahasa Tionghoa sedikit sedikit bisa. Berita politik yang lagi hangat *** contohnya perang Malvinas, perang Irak-Iran-Kwait, Korsel-Korut *** ia dapat menceritakan dengan jelas urut dan gamblang. Jadi sopir dan kenek di terminal, daripada capek-capek beli Koran dan nonton TV hitam putih yang gambarnya miring-miring kadang scroll di sudut terminal, malah lebih suka ndengerin ocehannya kang Sutris, soalnya kisahnya lebih runtut, kalau ada yang ndak jelas boleh nanya, jadi interaktif begitu, kalau jaman sekarang mirip-mirip show nya pak Golden Ways begitu. *** mung bedane dhekne kadung di cap miring ***

Nah itu tadi sisi positipnya kang Sutris, negatipnya juga ada dan bikin sebel banyak orang dan terkadang membuat marah aparat pemerintah. Pokoknya jangan sampai nemu cat *** apalagi warna merah *** , pewarna baju (wenter), spidol, arang, kapur, aspal, pelepah daun, atau apa saja yang dapat digunakan untuk menulis, paku besar untuk memahat kulit pohon, karena hobbynya kang Sutris ini corat coret menuliskan sesuatu apa saja di dinding kosong. Maka ndak heran kalau di rambu-rambu lalu lintas, gerbang masjid, sekolahan, rumah sakit, tempat sampah, plang papan nama mushola sekolahan dan kantor, petunjuk jalan, baliho misbar *** bioskop grimis bubar ***, spanduk, pohon besar, pagar batubata *** buk ***, jembatan, pintu kamar mandi umum, plengsengan kanal, tiang telpon, kaca mobil yang kotor, rolling door toko-toko, bahkan di cungkup-cungkup kuburan, drum yang di tengah perempatan, gapura desa, tugu makam pahlawan, portal, polisi tidur, semuanya tertera nama kang Sutris atau tulisan buah karya kang Sutris. Bahkan saya pernah menyeberang laut anakan ke sebuah pulau kecil, ada nama kang Sutris, di pintu masuk sebuah gua Jepang, terpampang nama kang Sutris. Saya pernah mencari belalang kayu di hutan jati, disalah satu pohon di persimpangan jalan setapak ada nama kang Sutris komplit dengan petunjuk arah. Disebuah batu hitam di tengah kali, tempat kami bersenda gurau sambil mandi dikali dan menjemur udang merah ada pahatan nama kang Sutris. Di kaki Jembatan yang tingginya sekitar 20 meteran ada nama kang Sutris. Di kandang kerbaunya lik Giman yang letaknya di pinggir hutan, ada tulisan kang Sutris dari kapur.

Tulisan itu dapat berupa puisi *** biasanya puisi cinta ndak tau ditujukan pada siapa ***, pernah saya lihat teks proklamasi, UUD 1945 dan pancasila, Dasa Darma Pramuka, ayat-ayat suci baik itu tulisan arab maupun terjemahannya; kutipan Alkitab; sepuluh perintah Allah; bisa juga pepatah peribahasa atau pitutur bahasa jawa *** misalnya tulisan OJO DUMEH by Kang Sutris di bunderan pertigaan yang bertahan bertahun-tahun lamanya***, potongan hadist riwayat Nabi; atau kisah pendek 25 Nabi, saya pernah gumun membaca kisah nabi Yunus di dinding pagar Puskesmas yang ditulis menggunakan ter *** aspal yang di cairkan dengan minyak tanah ***

Perhatian dan larangan ***biasanya di dinding dan pagar kosong ditulisi dilarang kencing disini kecuali apa begitu dibawahnya ditulis ttd. Kang Sutris di garis bawahi terus dibawahnya ditulis dibawahnya Direktur ***, perhatian dan larangan merokok *** seperti biasanya dikasih nama kang Sutris dan jabatan Direktur ***. Kadang-kadang tulisan kang Sutris cukup membantu orang luar daerah karena kang Sutris juga hobby menulis arah dan petunjuk jalan, baik itu di pohon, dinding yang mudah terlihat, gapura, jembatan dll, petunjuk arahnya sederhana misalnya: Warung Lik Yem 500 meter, Mushola Wak Dur km, Tokonya Tacik Nie Nie 400 meter, dan lain sebagainya.

Bisa juga nama-nama bintang film yang lagi tenar saat itu misalnya Merriam Bellina, Rico Tampaty, Lydia Kandou, Rano Karno, Benyamin S, disertai nama-nama film yang di bintangi. Bisa jadi tulisan George Bush dan Saddam Hussein bisa bikin ketawa nongol di palang rambu portal jembatan. Yang menjengkelkan pernah papan nama mushola diganti dengan tulisan Eva Arnaz, ya jelas pemilik mushola muring-muring. Tetapi yang paling banyak adalah namanya sendiri, kang Sutris, lha yang bikin ketawa kepingkal-pingkal, beberapa kuburan juga menjadi korban dan menjadi kuburan kang Sutris *** ha ha ha kalau ini edan bener ***

Hari berganti minggu berlalu bulan bergulir tahun berbeda angka, sekitar tahun 2011 ketika saya di tengah perjalanan mengembara dipertemukan dengan Kang Sutris tua yang dulu saya kenal ketika masih anak-anak *** di tempat lain yang sangat jauh beda propinsi *** di sebuah pondok di pinggir laut berpasir putih. Setelah sekian puluh tahun tidak berjumpa, ternyata ingatan kang Sutris cukup kuat, kumis uban dan perubahan wajah saya tidak mempengaruhi daya ingatnya, saya dipanggil Gus sambil memegang kepala saya sama seperti beberapa puluh tahun yang lalu dan dipeluk rapat-rapat, bau tingwe yang melekat di kaus putihnya nya terasa menyengat. Setelah pelukannya terlepas, saya meyakinkannya, Kang Sutris ingkang rumiyin crita Semar Gareng Petruk teng Mushola nggih, plek Sssttt.; mulut terkatup dibekap telunjuk tangannya. Gus, sampun nyeluk kula kang Sutris, ujarnya pelan sambil menengok kanan kiri. Teng mriki tiyang-tiyang nyebut kulo mbah Setra; Ooo. Mekaten kang eh mbah Setra, kami berdua bertatapan mata dengan tajam, ingatan saya melayang jauh di waktu yang silam. Plak! Eling Gus, pipi kiri saya di tempeleng ringan oleh kang Sutris alias mbah Setra, dan lalu kami berdua tertawa lepas karena sudah saling mengerti rahasianya masing-masing. Kang Sutris masih sama seperti yang dulu, mengenakan kaus putih celana kolor hitam, tapi sekarang songkok / kopiahnya nampak baru dan dipakai dengan benar. Sandalnya model japit tetapi dari kulit bukan karet ban. Sisa-sisa ketegapan badannya masih nampak di balik keriput kulitnya. Kulitnnya nampak lebih cerah dan terawat.

Agak lama kami berbincang, bernostalgia tentang pasar, terminal, sekolahan SD, jembatan, sungai, dan segala hal dimasa lampau, dan ketika saya berpamitan untuk melanjutkan perjalanan, ia segera berdiri tegap pandangannya kearah lautan, tangannya meletakkan dua buah buku diatas kepala saya, dan berucap; Sih Rahmat lan Tentrem Rahayu Sing Saka Gusti Allah Tumraha Marang Sliramu; saya terhenyak kaget dengan sepol-polnya bukan karena darimana asalnya dua buah buku itu diraihnya; tetapi karena dulu ketika saya akan melanjutkan sekolah di tempat yang agak jauh, juga pernah diberkati kang Sutris dengan cara ini; dan setelah itu kang Sutris seperti hilang ditelan bumi, jarene wong-wong ilang misterius, ada juga yang ngarang cerita katanya kang Sutris kena petrus *** saya kurang setuju waktu itu, mosok penembak misterius nangkep wong Edan ***. Tidak terasa mengalir air mata dan segera di usap oleh keriput tangan kang Sutris, wong lanang ora entuk nangis, ujarnya galak. Ingin tahu buku apakah itu, adalah sebuah Alquran - terjemahan dan Alkitab yang selalu dibawa dan dibaca bersama-sama.

Walaupun kang Sutris alias mbah Setra ini dulu pernah di cap wong edan, namun tidak semua orang *** termasuk saya *** melakukan apa yang di lakukan, yaitu mempelajari dan menghayati dua buah Kitab secara bersamaan.

Konon sekarang kang Sutris alias mbah Setra sudah mapan hidupnya, ia menunjuk ke atas sebuah rumah warna merah bata di tebing, beliau tinggal di rumah itu sendirian untuk berjaga-jaga, segala kebutuhan dan keperluannya dicukupi bahkan berlebihan bagi seorang kang Sutris, begitu ujarnya. Sebuah rumah anak angkatnya yang dikunjungi dua minggu sekali untuk berlibur. Sebelum saya meninggalkan sesuatu sudah keduluan ia berkata, Gus, aku tetep kang Sutris, ora usah menehi opo-opo marang aku, aku wis kecukupan kabeh, niatku memberi sesuatu kepada kang Sutris jadi tinggal harapan, karena beliau bisa marah besar kalau kata-katanya tidak didengarkan.

Di akhir pertemuan ia berpesan dengan mata tajam; Aja ketemu aku maneh nek durung duwe putu; saya kembali terhenyak kaget dengan sepol-polnya untuk yang kedua kalinya, karena dulu sebelum menghilang misterius setelah memberkati kepala saya juga mengucapkan hal yang sama; tetapi Aja ketemu aku maneh nek durung duwe anak.

Saya sudah menduga *** dulu ketika Sutris muda sering melakukan ini *** , tujuh langkah setelah meninggalkan kang Sutris alias mbah Setra, ketika saya tengok ke belakang beliau sudah tidak nampak. Saya kembali meneruskan perjalanan, meneruskan kehidupan.

ANTARA LAGU KOBOY DAN MASAKAN JEPANG

QUICK NDOBOS Maret 11th, 2013

Ini lagu bercanda yang saya suka, bahkan pernah saya jadikan nada dering, penyanyi dan pengarangnya almarhum Benyamin Sueb;
Judulnye: Malam Minggu Nonton Bioskop *** bener ndak ya? ***
Liriknya kira-kira begini *** kalau salah mohon dipersori karena cumak ngingat2 doang ***

Malem minggu saya pergi ke bioskop
Bergandengan sama pacar nonton koBoy
Beli karcis tau tau kehabisan
Jaga gengsi kepaksa beli catutan

Reff:
Aduh emak enaknya nonton dua duaan
Kayak nyonya dan tuan di gedongan
Mau beli minuman kantong kosong glondangan
Malu sama tunangan kebingungan

Film habis saya kepaksa nganterin
Masuk kampung jalan kaki kegelapan
Sepatu baru, baru saja dibeliin
Dasar sial pulang pulang nginjak gituan

Balik ke Reff di ulang-ulang sampek jontor

Disclaimer:
Lirik lagu Benyamin Sueb - Malam Minggu Nonton Bioskop adalah hak cipta penyanyi, band atau pencipta lagunya. Kami menyediakannya hanya untuk keperluan Perthuprusan.

Saya juga heran kenapa saya agak suka sama lagu ini, padahal: Saya ndak pernah punya kenangan bergandengan dengan pacar nonton film koBoy, apalagi sampai kehabisan karcis dan beli catutan alias liwat calo. Soalnya pas jaman remaja saya ndak usum film koBoy, mungkin lagu itu dicipta jauh sebelum masa remaja saya, lupa lupa ingat deh ketika masih kecil duduk di bangku kelas 1 SD *** belum boleh nonton misbar *** ada film koBoy lucu-lucuannya Benyamin judulnya klo ndak salah koBoy ngungsi atau koBoy cengeng begitu, ada juga film koBoy nya Dono Kasino Indro tapi lupa judulnya., terus di siaran TVRI ada film minggu siang yang koBoy menyebalkan judulnya Little House In The Praire dengan gadis cilik Laura. Kalo ndak salah waktu itu jadi usum topi koBoy tapi dibuat dari anyaman daun pandan atau daun gebang. Hwebatnya teman saya yang namanya sebut saja Samingin yang anjingnya baru babaran 2 ekor, yang satu dikasih nama koBoy yang satunya dikasih nama koBra. Teman saya yang satunya, karena muslim cukup miara kucing, anak kucingnya juga dikasih nama koBoy, karena masih kecil dan matanya suka belekan, sama teman-teman yang lain suka diledekin si koBoy belekan. Teman yang lain kebetulan namanya Boiran dan Boiman, karena usum film koBoy itu tadi jadi di panggil Ko Boy Run dan Ko Boy Man *** Ko kependekan dari Koko alias kakak ***.

Lha pas jaman remaja sedang usum filmnya action barat kalau film Indonesia ya jaman top top nya Merriam Bellina, Lydia Kandouw dan Eva Arnaz *** hehehe nontonya di misbar alias grimis bubaran ***

Jadi terus terang belum pernah merasakan kayak nyonya dan tuan di gedongan. Soalnya kalau nyonya dan tuan minimal naik kereta kuda atau mobil, lha ketika itu cukup naik sandal japit *** hahaha ***

Tetapi kalau beli minuman kantong kosong glondangan itu seringkali terjadi, tapi ndak pernah merasa malu apalagi kebingungan *** rai gedhek mode on ***

Kalau bioskopnya bubar *** bubar beneran atau gerimis *** terus nganterin itu hukumnya wajib, tetapi pas jaman saya muda di kampung-kampung jalanya sudah terang jadi ndak kuatir kegelapan. Kalau sepatu baru itu fitnah, soalnya sampai detik ini belum tentu dua tahun sekali beli sepatu dan sandal !, apalagi dulu sepatu kulit bisa beberapa kali ganti sol, kalau sepatu kets menunggu sampai robek sana sini membuat risih yang melihat *** soalnya saya sendiri ndak risih *** baru lengser.

Lha nginjek gituan ini yang ndak jelas, gituan *** atau begituan ***, hahaha

Yang terakhir tentang lagu koBoy diatas saya nyanyikan terakhir kali, maksudnya nyanyi beneran di warung yang ada televisi besar dan perangkat karaoke-nya sekitar tahun 2009 disebuah warung khas Jepang. Memang sejak dulu suara saya ndak enak *** kalau enak sudah jadi penyanyi *** jadi gara-gara saya mendengarkan saya menyanyi koBoy jadi ndak enak makan *** hahahaha **** atau memang lidah ndeso nya ndak cocok dengan masakan aLa Jepun itu. Karena saya merasa makan nunut, alias dibayari, maka saya manut saja untuk menyetop melantunkan lagu itu, nah sekarang giliran saya yang jadi ndak enak makan. *** mbulet ae koyo entut ***

ANTARA AIR MATA, JENGGOT DAN BUAYA

QUICK NDOBOS Maret 11th, 2013

Menurut http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_fras…
Tersebutlah ungkapan bahasa latin yang berbunyi: nihil lacrima citius arescit; yang artinya: Tak ada lebih cepat mengeringkan dibanding air mata. kutipan dari karya Cicero, De Inventione I:109.

*** klik firefox, copy paste alamat, diwoco sampek mblenger ***

Hehehe bener juga ya, cobak apa yang terjadi di sekitar kita. *** tuing tuing tuing, tarik dagu ke atas, arahkan pandangan keluar jendela ***
- air laut tidak kunjung mengering sepanjang masa
- air sungai, danau, setu, ada saja yang dapat mengering di musim kermarau panjang
- air sumur, belik, di sebagian saja yang menunggu kemarau untuk mongering
- air kolam ikan, kolam renang, kolam kamar mandi perlu tenaga ekstra untuk menguras dan biasanya sulit kering bener.
- hujan yang membasahi bumi jadi bletokan, tersimpan di ceruk bekas pijakan kaki kerbau, bekas tapak cacing dan orong-orong butuh beberapa hari untuk mengering
- apabila kita menyiram halaman, menyiram tanaman, nyuci motor, nyuci mobil perlu beberapa jam untuk mongering.
- jika kita mencuci piring, gelas, sendok & garpu, panci, wajan dan lain sebagainya perlu beberapa saat agar mongering, bahkan perlu di lap.
- tumpahan air di lantai, saat kita mengepel lantai, lantai kamar mandi dan wc perlu beberapa puluh menit untuk mengering.
- air liur?
*** nggilani rek *** menunggu pemiliknya bangun, kalau anak kecil bahkan menetes terus alias ngecess.

Konon *** pegang jidat pake tangan kanan sambil ngeling-eling peristiwanya *** dikisahkan dari negeri yang agak jauh dari tempat ini, tersebutlah dua orang abdi kerajaan bernama *** ngarang nama *** Abunawar Al Jenggot yang mempunyai saudara sekandung berbeda ayah lain ibu yang bernama Abunawar Al Kribo *** ini juga nama karangan ***. Abunawar Al Jenggot mengabdi di kerajaan Gilingwesi mulai sejak SD, karena dulu otaknya pas-pasan mau meneruskan ke SMP kuwatir ndak lulus-lulus lha wong sekolah SD saja ndongkol alias ngendog alias tinggal kelas 5 kali, sedangkan Abunawar Al Kribo mengabdi sejak SMA dan belum lama karena Abunawar Al Kribo sebelum mengabdi di kerajaan Gilingwesi senang mengembara berguru kemana-mana, pantaslah mempunyai banyak ilmu dan kesaktian.

Karena mengabdi lebih lama maka Abunawar Al Jenggot mendapatkan kedudukan yang agak tinggi, dipercaya menjadi tangan kanan dari sang Senopati yang saat itu di emban oleh Senopati Somalewa Pijetrogo. Sedangkan Abunawar Al Kribo walaupun lebih pintar dan sekti mondroguno, karena jam terbang pengabdiannya dirasa masih kurang cukuplah menjadi staf ahlinya Abunawar Al Jenggot itu tadi.

Konon suatu ketika kerajaan Gilingwesi kehilangan salah satu pundi-pundi yang berisi pusaka andalan kerajaan itu. Tentu saja seluruh kerajaan menjadi gempar dengan seheboh-hebohnya, karena di dalam pundi-pundi itu tersimpan pusaka ampuh yang berguna untuk mengatur dan menyeragamkan seluruh pergerakan perekonomian di kerajaan Gilingwesi.

Dalam pada itu *** ini bahasanya komik tahun 80-an *** pundi-pundi itu ada di bawah pengawasan Abunawar Al Jenggot, yang disimpan dalam ruangan khusus yang dijaga oleh prajurit siang dan malam, dan hanyalah Abunawar Al Jenggot beserta anak buahnya yang dapat masuk di ruangan itu dan mengerti fungsi masing-masing pusaka yang ada dan yang berhak membuat surat keluar masuk seluruh persenjataan yang ada di dalam ruangan itu hanyalah Abunawar Al Jenggot atas persetujuan Senopati Somalewa Pijetrogo.

Tentu saja Abunawar Al Jenggot menjadi kelimpungan ndak karu karuwan, karena senjata itu termasuk senjata yang masih baru di beli dan harganya sangat mahal. Menurut penerawangan di google search kira-kira setara dengan harga Daihatsu Xenia atau Toyota Avanza begitu lah. Embuh itu kelimpungan karena mikir siapa pencurinya atau kelimpungan karena ia sendiri yang mencuri dan takut ketahuan. Karena di seluruh kerajaan Gilingwesi, hanya Abunawar Al Jenggot dan Abunawar Al Kribo lah yang mengerti seluk beluk senjata itu, merk dan typenya, di pasar mana dibeli, kiloan apa karungan, beli nya sama siapa, di beli dengan harga berapa, dan kalau di jual sebagai barang gelap dapat dihargai berapa, siapa saja yang memiliki dan membutuhkan barang itu. Konon *** weleh konon lagi koq bolak-balik konon *** barang itu cukup langka dan dapat di hargai tinggi di pasar gelap.

Tentu saja yang dimintai pertanggungjawaban atas kehilangan itu adalah Abunawar Al Jenggot, lha kemudian ia meneruskan kepada seluruh anak buahnya termasuk Abunawar Al Kribo. Pemeriksaan demi pemeriksaan berjalan, nek boso keren nya di BAP begitu lah.

Hari berganti, minggu berlalu dan bulan hendak bergulir, sang Raja sangat murka karena baik Senopati Somalewa Pijetrogo maupun Abunawar Al Kribo tidak kunjung menemukan pusaka yang hilang. Akhirnya kedua orang itu berkolusi *** seperti biasanya *** mengamankan diri dan menempuh jalan pintas untuk mengorbankan seseorang sebagai yang tertuduh yang tidak lain adalah Abunawar Al Kribo. Dengan pertimbangan Abunawar Al Jenggot terkenal khusuk ibadahnya yang tercermin dari gaya penampilannya yang lebay begitu, jadi yo mokal nek dadi maling alias nyolong alias ngutil alias ngemplang. Lagipula Abunawar Al Jenggot anaknya masih kecil-kecil mesakne kalau sampek di hukum pancung sopo sing ngurusi randhane?, hidupnya tidak lebih mapan dibanding saudaranya Al Kribo. Sedangkan Abunawar Al Kribo masih muda usia, belum mempunyai tanggungan apa-apa, kurang rajin beribadah, dan dipandang mempunyai kekayaan berlebih dibandingkan upahnya yang pas-pasan, jadi dianggep pantes nek ngutil, padahal ia sudah lebih kaya sejak lama.

Di Pagi yang cerah, Abunawar Al Jenggot menghadap sang Raja dengan di dampingi oleh Senopati Somalewa Pijetrogo, untuk menyampaikan uneg-unegnya dengan di bumbui isak dan tangis dan derai air mata *** mungkin diperes pake handuk *** untuk memohon ampunan dan beribu atau milyaran maaf atas keteledorannya sehingga menyebabkan lenyapnya pusaka itu. Dengan mencucurkan air mata ia ceritakan tentang kisah sedih anak-anaknya yang masih kecil-kecil kalau ia di hukum pancung siapa yang ngopeni dan yang nglelesi jandanya. Ia dengan serta merta membesar hebohkan jasa dan pengabdiannya selama bertahun tahun di Gilingwesi. Di akhir uneg-unegnya ia sampaikan bahwa ia mencurigai Abunawar Al Kribo sebagai penggelap pusaka itu.

Singkat kata, cekak cukupe, berdasarkan curhatnya Abunawar Al Jenggot yang di amini oleh Senopati Somalewa Pijetrogo, diputuskan bahwa: Abunawar Al Kribo ditetapkan sebagai tersangka atas hilangnya pusaka itu. Dengan ditetapkannya keputusan itu, keluar dari pasewakan agung Raja, Abunawar Al Jenggot menari-nari riang di atas kakinya, sedangkan wajah galau dan cucuran air mata sudah tak berbekas.

Mendengar kabar itu, tentu saja Abunawar Al Kribo yang terkenal sakti mondroguno tidak serta merta menyerah begitu saja menjadi terdakwa bagi sebuah dosa yang tidak pernah dilakukan. Dalam pada itu ia melarikan diri ke sebuah negeri *** yang agak jauh *** bernama Gilingkayu untuk menyelamatkan kehormatannya, daripada tetap berada di negeri Gilingwesi sebagai terdakwa masih jauh lebih baik menjadi seorang pelarian di negeri Gilingkayu.

Hari berganti, minggu berlalu, bulan bergulir, lembaran tahun dilewati, konon *** konon maneh, bosen! *** Abunawar Al Kribo karena kepintaran dan kesaktiannya telah diangkat menjadi seorang Senopati di Negeri Gilingkayu.

KOMUNIKASI OH KOORDINASI

QUICK NDOBOS Maret 10th, 2013

Menurut http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi; komunikasi adalah:
Suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal .

Komunikasi itu menyampaikan pesan, ide, dan gagasan, jika yang disampaikan adalah sesuatu yang ndak jelas, tidak dapat disebut sebagai komunikasi, yokuwi wong ndleming, nggremeng, ngomel, misuh / ndamprat, ngobrol ngalor ngidul, utawa nyebar fitnah, utowo nesu-nesu. Ide dan gagasan juga mesti datang dari pikiran sendiri-sendiri, kalau yang disampaikan itu ide dan gagasan orang lain, namanya sabotase ide atau nyolong ide mbegal ide.
Komunikasi bisa searah, dua arah, antara dua orang, atau dengan orang banyak, dan saling mengerti, jadi harus pake aturan toto tertib sopan santun, jika ada sekumpulan orang banyak ngomong bareng-bareng itu bukan komunikasi, tetapi brawokan, surak-surak.
Komunikasi pada intinya menggunakan bahasa lisan dan atau bahasa lisan yang di tuliskan, suara kentut batuk dan menguap baik itu di jadikan bahasa tulisan bukanlah komunikasi.
Komunikasi juga dapat dilakukan menggunakan bahasa isyarat misalnya kode morse, kode asap, lampu, bendera atau cukup bahasa tubuh.

Komunikasi lisan jarak dekat dapat dilakukan omong-omongan langsung orang dengan orang, jika orang banyak disebut rapat atau meeting, kalau ngobrol di bawah pohon namanya curhat. Kalo rapat diboyong di tempat yang jauh berarti yang di omongin rahasia dan mengandung banyak fitnah politik dan intrik.
Komunikasi lisan jarak jauh dapat dilakukan dengan telepon, radio atau voice over internet, dan lain sebagainya.
Komunikasi tulisan dilakukan dengan surat menyurat, surat elektronik atau email, sms, mms, dan berbagai media internet, berbagai media cetak, buku dan lain sebagainya.
Komunikasi gambar sudah lama dilakukan televisi, video call, berbagai media internet, dan lain sebagainya.

Keberhasilan dan kesuksesan dalam hal berkomunikasi, bukan dinilai dari media yang digunakan dan seberapa intensive komunikasi yang dilakukan, tetapi dari SEBERAPA BESAR INFORMASI ITU DIMENGERTI DAN DILAKSANAKAN. Ini alkisah lucu yang di alami kang Dulbejo yang kepingin dianggap sukses dalam hal berkomunikasi, maka melengkapi seluruh personil jajarannya dengan blackberry dan dengan demikian ia beranggapan dengan komunikasi yang intensive menggunakan BBM akan mendukung keberhasilan di bidang yang lain. Namun apa yang terjadi, komunikasinya memang berhasil, tapi ya komunikasi thok, omong thok ngalor ngidul ndak karuwan tanpa bisa membedakan mana yang penting dan yang tidak penting, dan tidak melakukan apa yang menjadi pesan ide dan gagasan yang dikomunikasikan, alias omdo omong doang. Maka tidak heran bahwa kang Bejo dan seluruh jajarannya selalu menggenggam handphone kesana kemari, berjalan, bekerja, makan, mandi, tidur, nonton tv, berkendara, ngising sekalipun tetap membawa handphne untuk membaca ocehan ndak penting dari kawan- kawannya. Bahkan ketika omong-omongan dengan orang lain, matanya tetap tertuju pada layar handphone, ketika rapat malah asik ceklak-ceklik dan dan cekikikan sendiri.

Kalau lagi lapar pasang status kaliren, sedang tidur pasang status lagi ngorok, kalau lagi libur di hubungi pasang status galau libur keganggu; belum lagi kalau ada siaran sepakbola malam hari, dapat dipastikan matanya lebam semua dan jempolnya pada kram.

Ternyata kebanyakan mereka dan Dulbejo sendiri, merasa rugi jika tidak memanfaatkan BBM dengan semaksimal mungkin, jika perlu sampai jempolnya kram, karena sudah terlanjur kadung mbayar 100 ribuan untuk layanan servicenya. Mereka juga merasa rugi jika harus menelpon dan sms, jadi punya handphone pinter itu hanya dipergunakan untuk BBM thok, soale duwit jatah pulsanya sudah habis entek gawe tuku pulsa layanan service nya.
Padahal dengan menggunakan SMS orang cenderung mengkomunikasikan hal-hal yang penting saja dengan cara singkat padat jelas dan terdokumentasi. Jika diperlukan komunikasi lanjutan dengan cara yang lebih baik dan beradab menggunakan Email.

Beda lagi dengan alkisahnya Dulkemin, karena beliau merasa (merasa thok) sebagai orang terhormat keturunan ningrat yang tidak bisa kuwalat, komunikasi via BBM, SMS dan Email dianggap kurang atau bahkan tidak sopan. Jadi apapun yang akan di komunikasikan harus munduk-munduk menghadap kehadiranya, apapun yang dikomunikasikan oleh Dulkemin tidak boleh dibantah, dikomentari, disalahkan, dibenarkan, digarisbawahi, dan diberikan alternative yang lain, pokoke kalau kepingin dianggap berhasil, sukses, disukai dan digemari harus mengucapkan baik pak sendiko dhawuh dan siap boss.

http://vivitardyansah.blogspot.com/2011/01/pengertian-koordinasi.html ; mengumpulkan beberapa definisi koordinasi sebagai berikut:
1. G.R. Terry: koordinasi adalah suatu usaha yang sinkron dan teratur untuk menyediakan jumlah dan waktu yang tepat, dan mengarahkan pelaksanaan untuk menghasilkan suatu tindakan yang seragam dan harmonis pada sasaran yang telah ditentukan.
2. E.F.L. Brech: koordinasi adalah mengimbangi dan menggerakkan tim dengan memberikan lokasi kegiatan pekerjaan yang cocok dengan masing-masing dan menjaga agar kegiatan itu dilaksanakan dengan keselarasan yang semestinya di antara para anggota itu sendiri (Hasibuan, 2007:85).
3. Mc. Farland (Handayaningrat, 1985:89): koordinasi adalah suatu proses di mana pimpinan mengembangkan pola usaha kelompok secara teratur di antara bawahannya dan menjamin kesatuan tindakan di dalam mencapai tujuan bersama.
4. Handoko (2003:195): mendefinisikan koordinasi (coordination) sebagai proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan yang terpisah (departemen atau bidang-bidang fungsional) suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien.
5. Handoko (2003:196): kebutuhan akan koordinasi tergantung pada sifat dan kebutuhan komunikasi dalam pelaksanaan tugas dan derajat saling ketergantungan bermacam-macam satuan pelaksananya.
6. Handayaningrat (1985:88) bahwa koordinasi dan komunikasi adalah sesuatu hal yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, Handayaningrat juga mengatakan bahwa koordinasi dan kepemimpinan (leadership) adalah tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karena satu sama lain saling mempengaruhi.

Keberhasilan dalam hal berkoordinasi bukan berarti harus rapat setiap pagi dan sore dengan segala macam penjuru bagian TETAPI SEBERAPA BESAR PENCAPAIAN DIBANDING TARGET. Kalau pagi rapat sore rapat, dan setiap rapat masing-masing peserta harus melaporkan sesuatu baik itu yang penting maupun yang kurang penting, baik itu yang sudah diketahui dan yang belum diketahui, apa itu sesuatu yang baru dan yang sudah basi, perihal operasi normal, safety, kebersihan, ketertiban atau pekerjaan insidentil utawa sesuatu yang darurat; terkadang agar dinilai manuasia berkualitas mempunyai otak brillian harus pinter-pinter mengarang laporan, wis talah pokoke cuampur ancur ndak karuwan, terkadang berisi curhat ketidak puasan, komplin pada yang lain, lok-lokan dan sapanunggalane.

Rapat itu memang penting, tetapi janganlah terlalu sering, selain bosen melihat wajah-wajah jelek yang menyebalkan, sebaiknya membicarakan hal-hal yang penting saja. Sesuatu yang rutin sebaiknya dilaporkan dalam laporan harian yang dapat disebarluaskan via email. Safety dan operasi sebaiknya dilakukan floor meeting kelompok kecil sehingga tidak menyita waktu untuk menunggu berkumpul. Sesuatu yang darurat sebaiknya dikoordinasikan secara insidentil dengan key person tertentu yang akan menyebarluaskan informasi ke kelompoknya.

Manusia memang makhluk social yang gemar berkomunikasi dan berkoordinasi, tetapi kalau setiap pagi dan sore ngumpul berkoordinasi, makan siang berkomunikasi ngobrol serius di meja makan, di perjalanan, sarapan, makan malam, nonton TV, ngising, mandi, liburan masih juga berkoordinasi dan berkomunikasi dengan orang-orang yang sama, opo ora mblukek?. Kalau yang melakukan anak-anak ABG dengan kawan dan pacar masih oke lah

MENGALAH DEMI PAK PEJABAT

QUICK NDOBOS Maret 8th, 2013

Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, tanggal 27 Februari 2013, sekitar kurang lebih jam 18:00, di pintu Tol Bogor, jadi suasananya sudah temaram, terkadang ada titik air membasahi kaca depan, beberapa kendaraan sudah menyalakan lampu kecil.
Saya pulang menghadiri acara di Bogor, masuk pintu Tol Bogor dan rencana akan mengantar teman ke arah Bandara karena akan meneruskan perjalanan esok harinya, dan saya sendiri akan balik ke Bekasi via exit Bekasi Barat.
Saya mengendarai kendaraan dengan kecepatan biasa saja mengikuti kecepatan arus kendaraan lain di lajur tengah, saya menyadari dengan kendaraan kecil berkapasitas 1000cc berpenumpang 4 orang dewasa dengan beberapa tas bawaan di bagasi yang menutup sebagian kaca belakang sebaiknya tidak memaksakan ngebut di jalur paling kanan.

Ketika akan masuk ke gerbang Tol, dengan tiba-tiba, dan rupa-rupanya saya ada di urutan terdepan yang di stop, beberapa petugas ke tengah jalan dan memberhentikan dengan tiba-tiba. Tentu saja saya kaget, karena petugas yang ada di paling depan tidak membawa alat bantu baik itu bendera, lampu senter, atau mengenakan rompi scotlight.
Dengan suasana yang temaram seperti itu jarak pandang dan daya pandang menurun, saya mengerem agak mendadak yang membuat teman terkaget-kaget, bahkan terdengar suara ban berdecit dari kendaraan yang di jalur sebelah kiri.
Saya terus bablas ke gerbang Tol belum menyadari apa yang akan terjadi, setelah akan keluar gerbang barulah di stop beneran oleh petugas yang juga tidak melengkapi dirinya dengan alat bantu apapun alias cumak pakai tangan yang menggenggam handy transceiver.

Dari ujung spion kanan terlihat kelap-kelip rotator lamp warna biru dan suara siren putus-putus. Wekh yang punya negoro mau liwat nih pak, ujar saya. Lha kok di berhentikan total begini, bukannya jalanan cukup lebar buat iring-iringan begitu , kata Bapak yang teman saya yang asalnya dari daerah luar jawa yang belum pernah melihat, merasakan, dan mengalah demi pak pejabat negara, sambil membuka kaca jendela. Mungkin prosedurnya sudah seperti ini pak, jawab saya ringan. Waduh tapi cara nyetopnya koq kurang save begitu ya, ujar beliau yang kurang terbiasa dengan semrawutnya ibukota dan sekiarnya. Bukan salah mereka pak, mereka kan cumak mendapat perintah atasannya, jawab saya mencoba ngedem-edemi ati.

Agak lama berselang iring-iringan mobil mewah liwat dengan kecepatan tinggi, ada beberapa yang kececer agak jauh di belakang. Namun kami harus menunggu agak lama sampai jalanan betul-betul bersih.

Pengemudi vios bersayap di sebalah kiri saya sudah ndak sabar, berkali-kali membunyikan klakson dan suara knalpotnya meraung-raung, bapak yang teman saya tadi keheranan dan saya cumak nyengir. Ketika petugas melambaikan tangan sebagai tanda mengijinkan kami untuk meneruskan perjalanan, vios bersayap langsung menderu melesat, memuntahkan ketidak sabarannya. Kami meneruskan perjalanan dengan kecepatan biasa saja.

Alkhamdullilah perjalanan kami lancar dan selamat sampai tujuan.

Memang di Republik ini rakyat harus banyak mengalah demi pejabat Negara, dulu saya pernah dipaksa nyusruk di rerumputan jalur tengah Tol karena saya sudah terlanjur terjebak kemacetan di jalur paling kanan sedangkan pak pejabat sedang ada keperluan penting ke arah Puncak.

KORUPSI

QUICK NDOBOS Februari 24th, 2013

Menurut http://id.wikipedia.org/wiki/Korupsi; korupsi ternyata dari bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna:busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok atau rasuah adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak. Lha di jaman Majapahit ada istilah lucu yang namanya maling matimpuh, embuh arti luasnya apa?.

Komplitnya silahkan baca sendiri di web tersebut, kalau ditulis semua ndak malah mumet bacanya.

OPO HUBUNGANE?
Akhir-akhir ini terutama setelah pemerintahan pak SBY, dengan adanya KPK terkuak kasur eh… kasus korupsi dimana-mana, wis pokoke negoro iki wis ancur-ancuran ndak karuwan, saya ndak perlu mengulas siapa yang korupsi, diukum berapa hari, untung opo rugi, siapa orangnya dll, tetapi cobak di secara umum negara kita itu masuk peringkat berapa prestasinya di bidang korupsi:
1. Azerbaijan
2. Bangladesh
3. Bolivia
4. Kamerun
5. Indonesia
6. Irak
7. Kenya
8. Nigeria
9. Pakistan
10. Rusia
11. Tanzania
12. Uganda
13. Ukraina

Hehehe… ndak perlu malu, apalagi menyanggah peringkat itu, wis talah awake dhewe percaya dan nerima saja, memang BUSUK nomer 5 di dunia.

Lha sekarang agar adil sebaliknya kita simak negara mana yang peringkat bersih dan tertib:
1. Australia
2. Kanada
3. Denmark
4. Finlandia
5. Islandia
6. Luxemburg
7. Belanda
8. Selandia Baru
9. Norwegia
10. Singapura
11. Swedia
12. Swiss
13. Israel

Weleh… ternyata Israel yang suka di hina dijelek-jelekin sebagai Zionis dan negara bonekanya USA malah termasuk sebagai negara yang bersih urutan nomer 13.

LHA TERUS…
Ngene lho rek… daripada seluruh rakyat pusing, tiap hari disuguhi siaran TV koq isinya korupsiiii… thok, koran-koran mbahas bupati tukang kawin, siaran radio mbahas monas yang akan dijadikan tempat nggantung, lha kapan pemerintah ngurusi pembangunan, pendidikan, budaya apalagi teknologi, gak kober…. cobak kita itung-itung apa hasil kerja pemerintahan negara ini setelah orde baru tumbang?.

Gimana kalau pemerintahan negara Indonesia itu di subkontraktorkan saja, utawa gampangane disewakne di negara lain, ya tinggal pilih Australia, Kanada, utawa Denmark. Carane gampang, pemimpin negara2 itu di undang untuk mengikuti tender istilah belandanya aanwijzing, yaitu menerangkan tatacara sewa menyewa negara ini. Lha masing-masing negara itu disuruh buat penawaran harga, berapa biaya yang diperlukan untuk ngurusi Indonesia ini, wis pokoke mulai dari Presiden, Gubernur, Bupati sampek RT, kepala dusun, dan sebagainya, lha piye maneh wong bangsane dhewe memang belum jegos. Nek jaman saiki yo semacam Anggaran Negara lah…. Nah dari penawaran harga yang di buat masing-masing negara itu tadi kita pilih yang penawaran harganya paling murah dan pekerjaan yang ditawarkan paling baik.

Lha tinggal kita sebagai rakyat urunan mbayar pajeg (seperti biasanya juga begitu) buat mbayari kontraktor negara itu tadi. Jelas itungane, nek jarene wong Suroboyo lebih baik itungan ngarep tinimbang gegeran mburi, utawa kagak ribet jarene wong Betawi.

Lha kalau pemerintahan negara ini sudah di subkontraktorkan ke Negara lain, rakyat lebih tenang, cobak bayangkan kalo nonton TV siarannya tinggal pilih musik, film, konser, bal-balan dan siaran bermutu lainnya. Koran-koran isinya progress pembangunan, peningkatan pendidikan, teknologi dan sebagainya. Ora kok siaran…. mbahas korupsiiiiii… thok. Kalo berangkat kerja nyetel radio FM bisa nyetel musik jazz yang nyaman, ngrungokne uyon-uyon, kidungane cak Kartolo atau campursari. Jalannya halus, pak polisine tertib, jalannya lancar, aman dari perilaku pejabat yang suka nerombol bahu jalan . Lha terus bekas Presiden, DPR, Bupati dan seterusnya dan lain-lain dikemakan? Yo wis terserah… ora melu nggagas.

Tiap bulan tinggal menerima laporan pekerjaan dari subkontraktor, pajek terkumpul sekian rupiah, buat ini itu sekian rupiah, saldo masih ada sekian; Enak to?. Kalau ada masalah tinggal pencet telpon atau sms, biarlah subkontraktor yang menangani. Wis pokoke rakyat tinggal bekerja, hasile disisihkan dikit buat bayar pajek, melihat hasil kerja. Beres… Bersih… Kagak Ribet…

KONVERSI DMS vs DD vs KM

QUICK NDOBOS Februari 20th, 2013

Melanjutkan posting sebelumnya perihal keliling bumi
Diketahui bahwa keliling bumi adalah = 40.008 km = 360 derajat.
Maka
1 derajat = 10 = (40.008 km) / 360 = 111,133 km
1 menit = 1 = (111,133 km) / 60 = 1,852 km
1 sekon = 1 = (1,852 km) / 60 = 30.87 meter.

Dalam penulisan atau penyebutan titik lokasi
Latitude (Garis Lintang, utara atau selatan),
Longitude (garis Bujur, timur atau barat)
ada dua cara seperti yang tertulis dalam GPS (Global Posiitioning System) adalah:
1. Derajat Menit Sekon (DMS); yaitu dengan menyebutkan: derajat : menit () dan sekon ()
2. Derajat Desimal (DD)

KONVERSI DERAJAT DESIMAL (DD) MENJADI DERAJAT MENIT SEKON (DMS)

Contoh:
DD = 100,234567 Longitude
Nilai derajat dengan mengambil angka di depan koma yaitu:
Derajat = 100 derajat
Nilai menit dengan mengalikan angka di belakang koma dengan 60, dan dituliskan angka yang di depan koma saja, yaitu:
Menit = 0,234567 x 60 = 14,07402 = 14 menit
Nilai sekon dengan mengalikan angka dibelakang koma pada perhitungan menit dengan angka 60, yaitu:
Sekon = 0,07402 = (0,07402 x 60) = 4,4412 = 4 detik
Jadi 100,234567 Longitude = 100 derajat 14 menit 4 detik Longitude = 100, 14, 4 Longitude.

KONVERSI DERAJAT MENIT SEKON (DMS) MENJADI DERAJAT DESIMAL (DD)
Adalah dengan membalikkan formula diatas.
Contoh:
DMS = = 100, 14, 4 Longitude.
DD = (100) + (14/60) + (4/(60 x 60))
DD = (100) + (0.233333) + (4/3600)
DD = 100 + 0,233333 + 0,001111
DD = 100,234444

KONVERSI DERAJAT MENIT SEKON (DMS) MENJADI KILOMETER
Contoh titik A dan titik B berjarak:
DMS = = 100, 14, 4 Longitude.
KM = (100 x 111,133) + (14 x 1,852) + ((4 x 30,87)/1000) Km
KM = 11113,3 + 25,928 + 0,12348 Km
KM = 11139,35148 Km

KONVERSI DERAJAT DESIMAL (DD) MENJADI KILOMETER
Contoh titik A dan titik B berjarak:
DD = 100,234567 Longitude
KM = 100,234567 x 111,133 Km
KM = 11139.368134411 Km

MENGHITUNG KELILING BUMI

QUICK NDOBOS Februari 20th, 2013

28972d74d160eb17a9ac5dad43d07fcf_gambar-a
980871daaa1bafc19feee0efb348d99f_gambar-b

Begini kisah sejarahnya menurut sumber yang dapat dipercaya (percoyo karepmu ora yo ben):
Kyai Eratosthenes (276 SM - 194 SM) adalah seorang matematikawan, ahli geografi dan astronom zaman Helenistik. Sumber lain menyebutkan riwatat hidupnya 270-190 SM, kacek sithik ora opo-opo lah Ia tercatat sebagai orang yang pertama kali memikirkan sistem koordinat geografi, dan yang pertama diketahui menghitung keliling Bumi.
Jadi yang kita kethupruskan hari ini sudah dipikirkan orang 2289 tahun yang lalu

Eratosthenes mengetahui bahwa pada saat titik musim panas pada siang lokal di kota Syene yang terletak di Tropic of Cancer, sinar matahari akan tampak di zenit, pas tepat di atas kepala, siang hari bolong

Melalui pengamatan ia dapati bahwa pada setiap tanggal 21 Juni, tepatnya saat summer solstice, di suatu kota bernama syene, terletak di pinggiran sungai Nil, semua sumur dapat dilihat sampai ke dasarnya, tidak ada bagian yang gelap. Artinya saat itu di sana matahari benar-benar tegak lurus dengan permukaan bumi.

Ia juga mengetahui dari pengukuran bahwa di kampung halamannya, kota Alexandria, suatu kota di utara kota Syene yang menurut Erathostenes terletak dalam satu garis bujur yang sama dan berjarak 5000 stadia dengan kota syene, tugu-tugu membentuk suatu bayangan dengan sudut 7,2 derajat. Sudut kemiringan matahari pada saat yang sama adalah 7,2 derajat di selatan zenit. Dengan asumsi bahwa Alexandria berada di utara Syene ia menyimpulkan bahwa jarak dari Alexandria ke Syene adalah 7,2 / 360 dari total keliling Bumi.

Jarak antara kedua kota tersebut diketahui dari para pedagang / pengelana sekitar 5000 stadia atau sekitar sekitar 800 km. Dia mendapatkan angka akhir kira-kira 700 stadia per derajat, yang berarti keliling Bumi adalah 250.000 stadia. Ukuran pasti dari stadion yang dia gunakan saat ini tidak lagi diketahui dengan pasti (ukuran stadion Attic sekitar 185 m), tetapi umumnya dipercaya bahwa keliling Bumi yang dihitung Eratosthenes adalah sekitar 39.690 km.

Dari kenyataan itu, Erathostenes semakin yakin bahwa bumi memang bulat. Bukan itu saja, melalui peristiwa ini ia juga berhasil menghitung keliling bumi. Dengan mengukur sudut bayangan tugu di Alexandria dan mengukur jarak Syene ke Alexandria maka dapat ditentukan berapa besar keliling bumi.

Bagaimana peristiwa tersebut dapat dijadikan dasar untuk menghitung keliling bumi?

Pertama, jika pada waktu yang sama diperoleh bahwa di suatu tempat matahari tidak membentuk bayangan dan di tempat lain yang masih satu garis bujur matahari telah membentuk bayangan dengan sudut tertentu, maka sudut tersebut merupakan sudut antara kedua kota terhadap pusat bumi.

Kedua, Jika sudut dan jarak antara kedua kota telah diketahui, maka kita dapat membuat perbandingannya dengan sudut seluruh permukaan bumi dan keliling bumi.

1. (Keliling Bumi / Jarak Syene_Alexandria) = (360 derajat / 7,2 derajat)

2. Eratosthenes menganggap bahwa besar sudut antara kota Syene dan Alexandria (7,2 derajat) adalah = (7,2 derajat / 360 derajat ) = (1/50) dari sudut seluruh permukaan bumi (360 derajat).

3. Jadi Keliling Bumi = (50 x Jarak Syene Alexandria) = (50 x 5000 stadia) = 250.000 stadia = (250.000 stadia x 185 m) = 46.250.000 m = 46.250 km.

4. Berdasarkan penghitungan modern diketahui bahwa keliling bumu adalah 40. 008 km. Jadi perhitungan kyai Eratosthenes itu hanya meleset ( (46.250 40.008)/40.008) x 100% = 15,60%.

Akurasi yang 15% tadi penyebabnya adalah:
1. Meskipun metode Eratosthenes cukup baik, akurasi perhitungannya masih terbatas. Akurasi pengukuran Eratosthenes terkurangi oleh fakta bahwa Syene tidaklah tepat berada di Tropic of Cancer, tidak juga tepat berada di selatan Alexandria.
2. Matahari sebetulnya adalah sebuah piringan yang berada pada suatu jarak tertentu dari Bumi dan bukan sebuah “sumber titik” pada jarak yang tak hingga.
3. Sumber lain dari galat pengukurannya adalah: ketelitian tertinggi pengukuran sudut pada zaman itu hanyalah seperempat derajat,
4. Pengukuran jarak melalui perjalanan darat masih diragukan.

MENGHITUNG JARAK DUA KOTA

QUICK NDOBOS Februari 19th, 2013

eb5832122849f294672f29d5b0976004_pig-run

Alkisah ini ditulis menurut riwayat Abu Gosok Al Jenggot pada tahun ke-5 penanggalan Raja Katrodigdoyo; begini kisahnya adalah dua orang pesohor, namanya sebut saja mbok Paing dan mbok Jah. Mbok Paing tinggal di kota Cidengkul sedangkan mbok Jah tinggal di kota Cikelek. Mereka berdua sering eker-ekeran perihal jarak rumah mereka terhadap Istana Raja Katrodigdoyo. Mbok Paing selalu beranggapan bahwa rumahnya yang di Cidengkul lebih jauh makanya sering telat datang ke istana untuk sungkem. Begitu pula mbok Jah juga ngeyel bahwa rumahnya lebih jauh. Begitu pula perihal tunjangan transportasi yang di klaim mereka selalu tidak akur.

Maka akhirnya mereka sepakat untuk menghitung jarak antara istana Raja Katrodigdoyo. Karena mengukur dengan menggunakan meteran adalah hal yang mustahil karena perjalanan dari Istana ke kota Cidengkul dan kota Cikelek melewati lembah dan gunung, menembus hutan belantara dan menyeberangi sungai, danau dan lautan. Maka akhirnya mereka membuat sayembara bagaimana cara mengukur jarak kota Cidengkul dan kota Cikelek terhadap Istana Raja Katrodigdoyo.

Peserta sayembara pertama adalah seorang yang dianggap otak brillian dari negeri Nun Jauh Disitu sebut saja namanya Putra Sundel, karena memang anak seorang sundel. Putra Sundel melakukan eksperimen, jika seekor babi dilepas dan di biarkan berlari sejauh 10km, maka minum air sebanyak 4 liter. Dengan kalibrasi seperti itu maka misalnya ketika babi yang dilepas di rumah mbok Jah tiba di Istana minum air sebanyak 8 liter maka jaraknya = (8 / 4) x 10km = 20km. Pada hari yang ditentukan ilmuwan berotak brillian itu tadi melepaskan babi (disebut PigRun = alias babi lari) secara bersama-sama dari rumah mbok Paing di kota Cidengkul dan rumah mbok Jah di kota Cikelek, dan menunggu tibanya di pelataran Istana sambil menyiapkan beberapa ember air minum.

Peserta sayembara kedua adalah teman lama raja Katrodigdoyo yang bernama Kyai Sugihbondo. Kyai Sugihbondo melakukan eksperimen bahwa satu liter minyak tanah yang dimasukkan ke dalam oncor (obor yang terbuat dari batang bambu dengan sumbu sabut kelapa), jika dihidupkan dan dibawa lari, maka akan habis ketika pelari sudah mencapa jarak 25km. Ngitungnya gampang apabila pelari tadi menghabiskan 2 liter minyak tanah berarti jarak yang ditempuh adalah = 2 x 25 = 50 km. Pada hari yang sama pula para pelari melakukan start lari dari rumah mbok Paing di Cidengkul dan rumah mbok Jah di cikelek.

Peserta sayembara ketiga adalah kyai Pijetrogo, disebut demikian karena hobby nya mengunjungi panti pijet. Menurut kyai Pijetrogo, ketika ia berjalan sejauh satu kilometer dapat mengirimkan pesan singkat melalui senjata ampuhnya ketika itu yaitu Blackberry Messenger sebanyak 2000 pesan BBM. Jadi kalau ia berjalan dari rumah mbok Jah di kota Cikelek sampai ke Istana dapat mengirimkan BBM sebanyak satu juta pesan, maka jarak yang ditempuh adalah = 1.000.000 / 2000 = 500km!. Untuk melaksanakan tugas ini Kyai Pijetrogo meminta bantuan kepada mas Marjuki alias Abunawar yang berasal dari kota Cibubar.

Peserta sayembara ke empat adalah Wak Jo Kemat, seseorang ndeso markeso yang sangat miskin, tidak mempunyai banyak babi, minyak tanah dan obor, apalagi blackberry mimpi pun tidak untuk memilikinya. Ia cukup membawa sebatang galah bambu yang panjangnya 10 meter sebanyak tiga buah, masing-masing ditancapkan di halaman rumah mbok Paing di kota Cidengkul, halaman rumah mbok Jah di kota Cikelek, dan di halaman Istana Raja Katrodigdoyo. Lho bagaimana dengan tiga buah galah wak Jo Kemat tadi dapat mengukur jarak, begini caranya:

Pada saat yang bersamaan yaitu ketika tengah hari siang yang terik matahari dimana bayangan galah bambu yang ditancapkan di halaman istana Raja Katrodigdoyo membentuk sudut 0 derajat terhadap arah timur barat; di ukur pula sudut bayangan yang terbentuk pada galah yang di halaman rumah mbok Paing dan halaman rumah mbok Jah. Perbedaan sudut bayangan galah oleh cahaya matahari inilah yang digunakan oleh Wak Jo Kemat untuk menghitung jarak.

Hari pelaksanaan pun ditentukan kalau ndak salah pada tanggal 30 Februari 2013. Hasilnya???
Pertama: babi-babi piaraan Putra Sundel tidak ada yang pernah sampai di pelataran istana Raja Katrodigdoyo, saking jauhnya perjalanan babi-babi pada kecapekan, dan sebagian besar ditangkap oleh orang-orangnya Kyai Sugihbondo untuk dibakar dan dimakan.
Kedua: karena salah perhitungan orang suruhan Kyai Sugihbondo yang kehabisan bekal terpaksa menggunakan minyak dan obornya untuk memasak daging babi untuk dimakan sepanjang perjalanan.
Ketiga: Sampai di seperempat perjalanan, kyai Pijetrogo dan Marjuki alias Abunawar van Cibubar terpaksa dirawat di rumah sakit terdekat karena mengalami kram dan kesleo pada jempot tangannya.
Keempat: Diketahui sudut bayangan galah yang di rumah mbok Paing adalah 35 derajat, maka jarak rumah mbok Paing ke Istana adalah = (40.008 / (360/35)) = 3.889,67 kilometer. Sedangkan yang di rumah mbok Jah adalah 36 derajat, maka jarak rumah mbok Paing ke Istana adalah = (40.008 / (360/36) = 4.000,8 kilometer.

Ya pantas saja teorinya Putra Sundel tidak berhasil, bayangkan saja jarak 4.000 km berarti ia harus mengukur dan menyediakan minum bagi babi-babi piaraannya masing-masing 1600 liter air. Kyai Sugihbondo minimal harus menyediakan minyak tanah sebanyak 160 liter per orang, belum termasuk biaya akomodasi yang meliputi makan minum penginapan dan bambu beserta sumbunya. Beda lagi dengan kyai Pijetrogo dan mas Marjuki alias Abunawar yang harus mengirim pesan BBM sebanyak 8 juta!, pantesan jempolnya kram!.
Bagi yang sampai detik ini kurang mengerti dengan teorinya Wak Jo Kemat silahkan hubungi pos hansip terdekat.

GELAP-GELAPAN

QUICK NDOBOS Januari 13th, 2013

Apabila ketik kata kunci gelap-gelapan pada google.com, maka akan ketemu hasilnya di:
(1)
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/05/30/ngapain-aja-sih-pacaran-gelap-gelapan-466229.html
Ngapain Aja Sih Pacaran Gelap-gelapan?
Ketika sedang menikmati indahnya langit malam kota bangun, tiba-tiba lewat motor yang dinaiki oleh dua sejoli di jalanan. Laju kendaraan memelan dan berbelok ke kanan, ke TK yang tepat berada di depan SDN 01 Kota Bangun.
Ngapain tuh bocah berdua ke tempat gelap malem-malem?? gumamku.
TK Harapan Bunda memang berada tepat di SDN 01 Kota Bangun, di seberang jalan. Kondisinya gelap gulita, tidak ada listrik sama sekali. Nah nih motor diparkir di bagian samping, sedangkan dua sejoli ini ke teras belakang yang gelap gulita. Karena cahaya lampu dari SDN 01 Kota Bangun tidak sampai ke belakang. Cocok banget memang untuk bermesum ria, karena tidak akan kelihatan dari jalanan. dst dst monggo diterusin sendiri ke web aslinya.

(2)
http://www.beritajatim.com/detailnews.php/4/Hukum_&_Kriminal/2012-04-18/132887/Pacaran_Gelap-gelapan,_Nonik_Hamil_7_Bulan
Pacaran Gelap-gelapan, Nonik Hamil 7 Bulan
Adam pemuda yang tinggal di Lebak, Surabaya, kini harus berurusan dengan pihak Polrestabes Surabaya unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Lelaki 20 tahun ini dilaporkan atas tindakan cabulnya terhadap pelajar SMK. Dia dijerat pasal 81 dan 82 UU RI Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dst dst monggo di klik alamat diatas jika ingin kisah lengkapnya.
(3)

 http://aceh.tribunnews.com/2012/10/11/em…
Empat Pasangan Dibeurekah Saat Gelap-gelapan
SIGLI - Empat pasangan nonmuhrim ditangkap tim gabungan dari Satpol PP/WH dan Muspika yang dibantu Polri dan TNI, saat melakukan razia ke sejumlah kafe remang-remang di Kota Sigli, Selasa malam. Keempat pasangan langsung digelandang ke Kantor Wilayatul Hisbah. Dst dst silahkan baca sendiri.

Kesimpulan

(1)Dari contoh hasil searching diatas diketahui bahwa gelap-gelapan adalah suatu perbuatan (dalam hal ini contoh diatas adalah pacaran) yang dilakukan secara tidak benar, melanggar aturan, agama, kesopanan dan kesusilaan dan dapat dibuktikan sehingga mengakibatkan / menimbulkan korban dan pelaku dijatuhi hukuman oleh pihak yang berwenang.

(2)Sedangkan Menurut www.artikata.com dan www.kamusbesar.com; seperti digambarkan dibawah ini arti dari gelap-gelapan adalah: tidak secara terang-terangan; secara rahasia;
8bf41e73fbf8986d404ce9839479b51b_www-kamusbesar-com-gelap-gelapan

4402392212736f3cc205192a8fe06214_artiakata-com-gelap-gelapan

Kemudian
Di jaman purbakala, ketika manusia masih seperti gorilla, saya pernah mengalami suatu peristiwa menyedihkan atau lebih pas nya menyebalkan ketika makan siang disindir seseorang bahwa selama ini melakukan pekerjaan dengan gelap-gelapan. Maksudnya bukan gelap-gelapan karena ndak pakai lampu penerangan atau pas listriknya mati, karena yang bicara orang pinter, bukan lik Gimin yang kerjanya keliling kampung dan perumahan jadi tukang keruk got.

Karena saya bukan type manusia yang suka menanggapi pembicaraan ndak mutu, berdebat kusir apalagi konfrontasi, maka saya tidak mengomentari, lagipula ketika saudaranya lik Gimin tukang got tadi bicara ndak secara langsung berhadapan dengan saya (namanya juga menyindir). Lagipula ndak ada gunanya berdebat dengan lik Gimin, ndak level begitu.

Padahal selama ini pekerjaan yang saya lakukan:
1. Tidak gelap, selalu pakai lampu bahkan menggunakan lampu tambahan jika diperlukan (!).
2. Selalu menggunakan work plan (saya kan jagonya PDCA = Plan Do Cancel Again, hehehe..) dan work plan saya laporkan disetujui lik Gimin.
3. Setiap ada keadaan darurat di luar work plan selalu saya laporkan. Jadi semuanya dilaksanakan secara terang-terangan ndak ada yang gelap-gelapan.
4. Pekerjaan dilakukan oleh orang banyak (team) ndak sendiran; mereka bekerja berdasarkan keahlian dan disiplin ilmunya, setiap langkah kerja diketahui oleh semua peserta team, termasuk jika ada penyimpangan dan keadaan darurat. Jadi ndak ada rahasia-rahasiaan di antara team.
5. Setiap pemakaian alat, material, sparepart, dan consumables dicatat oleh bagian yang berwenang.
6. Semua saya laporkan jika pekerjaan selesai ke lik Gimin.

Saya jadi mikir, kemungkinan pertama: semua pekerjaan yang saya laporkan via email dalam bahasa teknik tidak ada yang mengerti alias ndak ngeh, seperti ibaratnya monyet diberi kaca, jadi misalnya yang berupa tabel dan grafik harus diterangkan by cangkem, apalagi yang berupa drawing, padahal sudah saya permudah dengan membuatnya jadi file pdf. Ealaahh ternyata saya menilai kepintaran lik Gimin terlalu tinggi. Kemungkinan kedua: semua laporan yang saya buat sudah dimengerti dan dipahami, namun yang di pertuan agung lik Gimin menilai saya tidak sopan dengan mengirimkannya via email, jadi harus di buat hard copy dan di sowan kan secara sopan ke mejanya, dimana saya harus membungkuk-bungkuk sambil menerangkan sejelas-jelasnya semua yang sudah jelas dalam laporan.

Tetapi walaupun saya dinilai suka main gelap-gelapan saya masih bersyukur karena secara nyata tidak pernah main gelap-gelapan atau menggelapkan diri maupun menggelapkan sesuatu, bahkan gelap mata maupun samber nggelap; saya juga bersyukur masih bisa menahan diri untuk tidak menanggapi sindiran itu, alias cuek bebek karepmu dhewek. Ora nggagas….

TERDEPAN

QUICK NDOBOS Desember 17th, 2012

ini posting terdepan

ANTARA TELUR, PENJILAT DAN TUKANG FITNAH

QUICK NDOBOS Desember 17th, 2012

65e09809ac175d127593088684adf248_telur-menetasIni adalah kisah sebuah eh… maksudnya sebutir telur (agar dianggap dapat berbahasa Indonesia yang baik dan benar), bukan telur ajaib tetapi sebutir telur burung perkutut biasa saja. Butir telur berasal dari benih telur dari indung telur burung perkutut betina, karena burung termasuk hewan yang berkembang biak secara seksual, maka sel telur telur dibuahi oleh sperma yang dihasilkan oleh burung perkutut jantan.

Ketika tiba saatnya telur sudah dewasa, maksud dari dewasa adalah pertumbuhan didalam induk perkutut sudah cukup dan memiliki cangkang yang kuat untuk hidup di luar tubuh induknya. Maka keluar lah ia dari induknya, dan ini adalah suatu keharusan, apabila ia tidak keluar dari tubuh induknya maka akan terdesak oleh adik-adik telurnya dan telur dewasa itu dianggap sebagai mahluk asing di tubuh induk, sehingga akan membahayakan sang induk. Inilah pertama kali sang telur dikeluarkan dari tempat sebelumnya Indung Telur menuju tempat selanjutnya yaitu Sarang. Telur yang keluar, bukannya tanpa resiko, ia beresiko pecah, busuk, dicuri hewan dan manusia, dan resiko-resiko lain, akan tetapi semua resiko itu jauh lebih baik daripada ia berada terus di dalam perut sang induk.

Beberapa hari sang induk dan pejantan mengerami telur-telur dengan berbagai kemungkinan dan resiko. Sebisa-bisanya sang induk dan pejantan menjaga telur-telurnya agar dapat menetas dikemudian hari. Hari berlalu, bulan berganti, tibalah saatnya penghuni telur keluar dari cangkangnya karena sudah dewasa, dengan upaya dan usahanya sendiri calon mahluk baru itu keluar dari telurnya, tidak boleh ada bantuan dari induk, pejantan, ataupun manusia untuk mengeluarkan ia dari cangkangnya, karena upaya dan usaha itu merupakan proses pelatihan kekuatan alami yang dikaruniakan oleh Tuhan sang Maha Pencipta agar kelak menjadi mahluk yang kuat menghadapi dunia di luar cangkang telur itu. Lambat laun sang anakan burung dapat keluar dari cangkangnya, bulu-bulunya yang basah mengering dalam dekapan panas suhu tubuh sang induk. Inilah kali kedua ia dikeluarkan dari tempat sebelumnya cangkang telur ke Dunia Luar.

Sang pemilik peternakan yang memelihara burung senang sekali butir telur menetas, menghasilkan anakan burung yang sehat dan kuat. Ketika anakan burung sudah dapat berdiri tegap, makan dan minum sendiri segeralah ia dipisahkan dari induknya, agar menjadi mahluk yang mandiri. Ia segera dipindahkan dari sangkar pemijahan menuju ke sangkar anakan. Inilah kali ketiga ia dikeluarkan dari tempat sebelumnya sangkar pemijahan dimana berada dalam dekapan sang induk menuju ke sangkar anakan bersama-sama dengan anakan-anakan burung yang lain. Di sangkar yang baru sang anak burung bersosialisasi dengan anakan-anakan burung yang lain, berbagi makanan dan minuman, dan bercengkerama.

Ketika anak burung menginjak dewasa, maka sudah terlihat, mana burung yang berbulu bagus dan yang berbulu jelek, mana yang bersuara merdu mana yang tidak, atau dalam ilmu perburungan disebut sebagai katuranggan, yang dinilai dari bentuk tubuh, bentuk kepala, warna bulu atau ules, bentuk kaki dan lain sebagainya. Katuranggan bagi burng perkutut sangatlah penting, ada katuranggan yang dipercaya membawa rejeki, membawa kesehatan dan kebagaiaan bagi pemiliknya, ada juga katuranggan yang membawa sial dan kematian bagi pemiliknya, untuk burung yang membawa katuranggan terakhir ini akan berakhir di penggorengan saja. Sang pemilik burung mulai memisah-misahkan mereka dari sangkar anakan menuju ke sangkar dewasa. Ini kesekian kalinya ia dikeluarkan dari tempat sebelumnya ke tempat sesudahnya karena memang sudah waktunya untuk dikeluarkan. Ia dikeluarkan karena sudah terlalu kecil berada di sangkar anakan dan harus pindah ke sangkar dewasa agar tumbuh dengan baik dan belajar bersuara merdu sebagai hakikatnya seekor burung perkutut.

Begitulah ia berpindah-pindah sangkar beberapa kali, akhirnya menempati sebuah sangkar dewasa yang jauh lebih besar dan seterusnya dan seterusnya. Burung-burung yang memiliki katuranggan kurang baik akan berada di sangkar sang pemilik peternakan untuk selama-lamanya karena tidak laku di jual, berebut tempat, makanan dan minuman dengan burung-burung jelek yang lain, sedangkan burung yang baik akan dipilih oleh pedagang, dibawa ke pasar burung, dan akan menjadi klangenan orang yang membelinya. Ia akan menempati sangkar bagus yang dibersihkan dengan telaten, dicukupi makan dan minumnya, akan menempati teras rumah menemani sang majikan yang membaca koran sambil minum kopi, sesekali di kerek di ketinggian agar dapat melihat dunia luas, dan disimpan di ruang tamu kala malam hari.

Begitu juga kita, seringkali kita harus keluar dari suatu tempat ke tempat yang baru bila sudah sampai masanya. Kita keluar dari guwa garba Sang Ibunda sama seperti kisah telur burung diatas, berpindah-pindah sangkar dari masa anak-anak, Sekolah Dasar sampai ke Perguruan Tinggi, berganti-ganti komunitas teman, dan proses dikeluarkan tadi memang harus terjadi untuk mencapai tingkatan yang lebih tinggi. Dan ketika kita sekolah pasti ndak ada yang merasa kerasan duduk di satu tingkat, semuanya pastilah ingin naik kelas, merupakan aib yang besar ketika tidak naik kelas.

Ketika memasuki dunia kerja juga begitu, orang-orang (dan orang) yang tidak berkualitas akan cenderung kerasan berada di tempat kerja yang sama, tidak akan memiliki keberanian untuk mencari kesempatan di luar, mereka akan sama seperti kisah burung dewasa yang tinggal selama-lamanya di kandang pemilik peternakan diatas, akan berebut tempat, makanan dan minuman di tempat yang sama sepanjang hidup. Mulai dari praktek kerja atau magang, meniti karir dengan menyepak kiri-kanan menginjak bawah menjilati atas. Mereka akan cakar-cakaran berebut posisi, bagi yang tidak berdaya secara ilmu pengetahuan akan berupaya secara intrik main politik-politikan, yang tidak cukup akal akan menggunakan okolnya (ototnya), dan yang tidak berdaya menggunakan tangan untuk bekerja akan menjilat pimpinan dengan lidahnya, bagi yang tidak mampu menyusun improvement akan menyusun fitnah. Bahkan yang memiliki katuranggan kurang baik juga akan berakhir di penggorengan entah itu karena korupsi, mencuri, menggelapkan atau sekedar berzinah main perempuan.

Memang seperti itulah dunia, kebenaran dan kesalahan dapat dipertukar balikkan, keberhasilan dan kegagalan dapat di convert dengan kepintaran meracik kata-kata dan berdusta berjamaah. Orang yang merasa kurang pandai secara teknis dan manajemen, akan mencari “terobosan” untuk merebut posisi dengan mengandalkan kecerdasan dalam hal memahami apa yang di kehendaki oleh pimpinan, kecerdasan angkat telur, sehingga akan memiliki nilai subjective tinggi di mata pimpinan dan akan “diperhitungkan” dalam penilaian. Orang ini menerapkan “ilmu srati”, ibaratnya segalak-galaknya harimau akan menurut pada sang srati (pawang) karena sang pawang mengerti apa yang dibutuhkan oleh harimau; misalnya jika sang harimau senang pijet++ maka tidak ada salahnya ikutan senang pijet++, toh enak juga kan.

9f5f065a55494b3d0b1b39466d7e03b3_tukang-fitnahAda lagi yang karena posisinya tidak memungkinkan untuk menerapkan ilmu srati diatas, maka dengan kelihaian meracik kata-kata menerapkan jurus intrik dan main politik-politikan. Menempatkan dan menyohorkan diri sebagai mata-mata, mengeruk informasi dalam pergaulan sehari-hari, merekam kejadian dan kata-kata sepanjang hari, dan disusun sedemikian rupa menjadi laporan yang dapat menjatuhkan siapa yang diharapkan. Dalam peribahasa jawa orang seperti ini dapat mengatakan “kuntul dadi dandang, dandang dadi kuntul”. Tidak segan-segan menfitnah dan membuat opini jelek mengenai atasan langsung kepada pucuk pimpinan. Bahkan ada pula yang mermodalkan deraian airmata buaya dan isak tangis demi menyelamatkan diri dapat membuat orang lain seakan menjadi pencuri dan penggelap.

Yang tidak memiliki kesempatan diatas cukup nrimo dengan mencuri ide orang lain. Caranya menjegal poisisi orang lain, setelah itu mengajukan improvement bohong-bohongan dari apa yang telah dibuat oleh orang sebelumnya, baik itu berupa fisik, administasi dan sistem dengan mengatakan bahwa dulu tidak ada, dulu tidak ada sistem, tentunya dengan di bumbui dengan kata-kata “ini yang di tunggu-tunggu selama bertahun-tahun”, sehingga seakan-akan improvement itu merupakan hal yang baru, padahal sudah menjadi kegiatan rutinitas sebelumnya. Tidak jarang justru orang-orang dan orang seperti ini yang dianggap brilliant, ibaratnya jika sebelumnya disebutkan resep cara membuat kopi adalah 2 sendok gula + 1 sendok kopi; dan ia melakukan improvement dengan merubah resep menjadi 1 sendok kopi + 2 sendok gula; jika sebelumnya pengecekan dilakukan setiap hari, ia mengajukan improvement pengecekan setiap 24 jam sekali; jika hasil pengecekan sebelumnya dipindahkan ke soft copy setiap pagi, dilakukan improvement di entry setiap sore. Ide-ide tengil seperti itu kadangkala justru dipandang sebagai sesuatu yang hebat dan memabukkan apabila disertai dengan bumbu-bumbu penyedap dari orang-orang yang berkolusi.

Orang-orang bermutu dan berkaturanggan baik akan merasa risih, malu, merasa gendheng sendiri (karena yang lain merasa waras) dan berusaha segera keluar dari sangkar apabila merasa lingkungannya menjadi tidak cocok dengan prinsip hidupnya, untuk mencari sangkar baru yang lebih baik dimana tidak perlu berebut tempat, makanan dan minuman. Tidak perlu menggunakan lidah untuk menjilat dengan secara tidak semestinya, tidak perlu menggunakan tangan untuk mengangkat telor secara tidak senonoh dan tidak perlu melacurkan diri dengan intrik dan politik-politikan.

Tulisan ini kami dedikasikan buat sahabat-sahabatku yang memiliki keberanian dan kekuatan untuk keluar dari sangkar…

SISIR PINK DAN RAMBUT CEPAK

QUICK NDOBOS Desember 16th, 2012

64e3c59216defab5ecf04b965683eab1_kethek-dan-monyetHari ini saya sempat berinteraksi dengan sesorang berbadan tegap berambut cepak dan bersisir kecil warna pink (merah muda). Topik pembicaraan akan saya bahas di tulisan lain. Lho kenapa justru sisir warna pink itulah yang menjadi pusat perhatian saya, karena perihal rambut cepak dan sisir pink ini sama persis dengan seorang teman yang saya jumpai antara tahun 1000 sampai tahun 3000 dan perlu saya tuliskan kisah lucu dan sedihnya sekarang ini, baik yang menyangkut kawan saya dan orang-orang disekitar kami.

Sebut saja namanya R, beradan tegap, berambut pendek paling hanya 5mm sepanjang waktu, sarjana Hukum, pantaslah dia menjadi manager HRD sedangkan saya waktu itu menjadi manager Maintenance. Seringkali kami berinteraksi karena saling membutuhkan dan koordinasi dalam bekerja, menurut saya sih orangnya cukup baik walaupun agak kurang cerdas tetapi pekerjaannya dapat diselesaikan dengan baik, namun ia bernasib kurang baik. Yang lucu pada dirinya, sebenarnya rambutnya kaku alias njegrik alias kriting linggis, jadi ndak butuh sisir alias jungkas, karena ndak ada gunanya, karena tidak merubah aliran bentuk rambutnya. Setiap kali rapat (meeting), atau jika ada sesuatu yang membuat pusing maka ia mengambil sisir kecil warna pink dari sakunya dan menyisir rambutnya.

Kenapa saya tulis bernasib kurang baik?, begini kisahnya.
Kira-kira dua bulan sebelum kontraknya habis (saya dan R adalah karyawan PKWT alias Pekerja Kontrak Waktu Tertentu dengan waktu hampir bersamaan), ketika itu sedang ada acara perpisahan salah satu karyawan yang bernama pak T. Ketika acara makan-makan, saya melihat ada anak-anak dan ibu yang turut serta makan dengan lahap tetapi bukan anak dan suami dari teman-teman yang hadir dalam acara perpisahan itu, karena teman-teman juga tidak mengenalnya. Semuanya larut dalam acara yang heboh itu dan luput memperhatikan keganjilan itu. Secara tidak sengaja saya juga melihat pimpinan sedang berbincang serius dengan seseorang di tempat berbeda, dan beberapa hari setelah itu saya tahu bahwa ternyata perbincangan itu merupakan wawancara, karena orang yang di wawancarai itu akhirnya menjadi karyawan dengan jabatan yang sama dengan teman saya R itu tadi. Dan anak-anak dan ibu tadi adalah istri dan anak dari (calon) karyawan untuk menggantikan temanku R itu tadi.

Yang paling menyedihkan, hari pertama karyawan itu masuk, justru temanku R yang diminta untuk berkeliling perusahaan orientasi dan memperkenalkan kepada seluruh karyawan. Padahal di kemudian hari orang itulah yang mendepak posisinya dari jabatan manager HRD.
Bahkan pagi hari sebelum berkeliling, temanku R saya tanya, Sopo kui mas? [Siapa itu mas], jawabnya , Kethek ! [ monyet], hahaha

Dua bulan kemudian seperti tebakanku, temanku R dengan sedih menerima sepucuk surat yang berisi bahwa kontrak PKWT nya tidak diperpanjang, alias putus hubungan. Saya juga kurang paham, biasanya surat semacam itu diterbitkan oleh manager HRD dan di tanda tangani oleh pimpinan perusahaan, lha dalam kasus ini yang di putus adalah manager HRD yang membuat surat siapa ya?, boleh jadi si Kethek itu tadi.

Ini merupakan pelajaran kearifan sekaligus kezholiman bagi siapa saja yang sedang berperan sebagai pimpinan dan kethek seperti kisah diatas untuk tidak melakukan perihal yang sama, karena itu merupakan tindakan yang kurang terpuji, tidak terhormat dan tidak elegan. Inilah akhir kisah temanku R yang selalu membawa sisir warna Pink dan berambut cepak. Setelah itu kami berpisah dan belum pernah bersua kembali entah kapan kami dipertemukan oleh Tuhan, semoga temanku R membaca tulisan ini.

TAGIHAN KE NOMER TELEPON SENDIRI

QUICK NDOBOS Desember 16th, 2012

Saya menjadi pelanggan salah satu provider telepon selular cukup lama, semenjak belum begitu musim HP, kalau ndak salah waktu itu harga kartu perdananya Rp 225.000 dengan HP cap er****n jadul dengan antenna menjulur panjang (kalau dimasukkan saku baju nongol kalau dimasukkan saku celana antenna bisa patah) dan tidak pernah berganti-ganti, dan saya putuskan migrasi ke pasca bayar; dengan alasan:
1. agar mudah di hubungi teman-teman lama
2. nomer pendek, hanya 10 nomer, 08XX XXX 470, mudah di ingat
3. ndak punya kelebihan uang untuk beli-beli kartu perdana.

Saya menyadari provider yang saya pilih bukan provider nomer satu di Indonesia, sehingga teman-teman, keluarga dan anak saya yang menghubungi merasa pulsanya mahal. Untuk itu kemudian saya membeli handphone kedua dengan kartu provider nomer satu dengan nomer 08XXX XXXX 470, saya mencarinya agak lama untuk mendapatkan tiga angka terakhir yang sama dengan nomer pertama saya. Tidak lama kemudian saya membeli handphone ketiga dengan provider cdma dengan nomer 021 XXXXX 470 yang waktu itu murah meriah karena telepon gratis kemana saja.

Setahun terakhir, aktivitas menggunakan telepon dengan provider pertama (pasca bayar) saya berkurang jauh, dan banyak beralih ke provider kedua sedangkan provider ketiga hanya dipergunakan dalam keadaan darurat. Jika sebelumnya setiap hari jumat dan senin saya (sehubungan dengan pekerjaan) saya mengirimkan sms ke 70 nomor, sekarang sudah ndak lagi. Dalam keadaan darurat sebelumnya saya seringkali menggunakan jaringan internet (via HP ditransfer Bluetooth ke Notebook), sekarang sudah tidak lagi. Keluarga dan teman2 lebih suka telepon ke nomer kedua, karena lebih murah.

Hal ini berakibat menurunnya jumlah tagihan pascabayar. Jika sebelumnya saya suka periksa-periksa tagihan, sekarang tidak lagi. Namun secara tidak sengaja saya membaca tagihan bulan Agustus 2012 sampai November 2012 agak aneh, karena disitu tercantum saya menghubungi nomer handphone kedua saya sendiri sebanyak 10 kali, padahal kedua handphone itu selalu dibawa bersama-sama. Masih mungkin jika lokasi handphone pertama dan handphone kedua ada di satu tempat, kemungkinan saya atau anak saya main-main dengan handphone. Tetapi menurut catatan tagihan, saya pernah menggunakan handphone di kota Padang untuk menghubungi handphone saya sendiri yang ada di Jakarta. Terus dari Jakarta ke Malang, Medan ke Jakarta sebanyak 3 kali. Ada satu tidak disebutkan lokasi ke Jakarta. Yang aneh lagi selama ini saya tidak pernah bepergian ke Medan dan Padang. Jika di total jumlah tagihannya memang tidak besar, yaitu Rp 14.380.

e26575e0672b399334f73aebbbd322b2_tagihal-xl-agustus
e952fb1d16c6735ba33d87bb9dca2005_tagihal-xl-september
bee0f4a6b63874b4a3f5f8ab03508bbe_tagihan-xl-oktober
8dde8dc6e943b176da9a4974b73e139d_tagihan-xl-november

AIR MINERAL RASA SUSU

QUICK NDOBOS Desember 14th, 2012

Kue Kukus dan Air Mineral Rasa Susu
Kisah ini saya alami pada tanggal 23 Oktober 2012, tetapi belum mempunyai kesempatan untuk menuangkannya dalam bahasa tulis. Hari itu sampai 7 hari kedepan adalah day off saya yang ke 12 tahun ini, biasanya saya pulang dari Jambi ke Jakarta numpang Lion Air atau Garuda. Tetapi khusus hari ini numpang Sriwijaya karena akan connecting ke Malang. Seperti biasa saya berangkat dari Sarolangun (sebuah kabupaten 180 km dari Jambi) jam 05:30 pagi dan sampai di bandara Sultah Taha Jambi sekitar 3-4 jam kemudian. Semuanya berlangsung dengan aman dan tenteram sampai boarding dan pesawat take off seperti biasa. Lha ketika pesawat sudah stabil, lampu sabuk pengaman padam, dua pramugari mulai membagi-bagikan kue dan minuman. Yang satu orang mengemudikan trolly makanan bergerak dari depan ke belakang sambil membagikan segelas air mineral, sedotan, tissue dan satu bungkus kue (semacam kue kukus begitu) ke penumpang di sisi kiri dan kanannya dan yang seorang lagi membantu membagi-bagikan ke kursi lebih ke belakang mungkin agar prosesnya lebih cepat. Lha anehnya ketika membagi-bagikan itu tadi sang pramugari tidak dilengkapi dengan tools / alat bantu / equipment berupa nampan atau baki atau wadah yang laen, jadi cukup di pondhong (bahasa jawa) artinya kurang lebih: membawa sesuatu dengan mendekap diantara tangan dan (buah) dada, agar daya angkutnya banyak. Maka jadilah Kue Kukus rasa coklelat dan Air Mineral tadi menjadi Rasa Susu, he he he. Tapi beruntung penumpang ndak boleh ngambil sendiri di tempatnya di pondhong itu.

Bandara Koq Bubaran
Akhirnya pesawat landing, proses connecting, dan take off lagi dari bandara Soekarno Hatta dan mendarat di bandara Abdul Rahman Saleh Malang dengan biasa saja aman dan tenteram. Sampai terminal rasa kepingin untuk buang air kecil tidak tertahankan alias kebelet, tetapi jumlah toilet di dalam terminal kurang memadai, dan saya terpaksa keluar terminal dan buang air kecil di toilet yang ada di dekat kios-kios makanan dan minuman, dan menunggu jemputan anak saya. Karena anak saya kost di daerah Oro-oro Dowo, maka menunggu perjalanan agak lama. Nah selama menunggu itu tidak terhitung berapa sopir taksi baik yang resmi maupun yang gelap dan tukang ojek yang menawari. Dan yang agak aneh yaitu semua loket penjualan tiket bubaran, kantor pengelola bubaran, semua taksi dan ojek pergi habis sama sekali hingga parkiran kosong blong, kios makanan dan minuman yang sejak tadi siap-siap menurunkan rolling doornya dengan cepat gudbay juga, bahkan pak Satpam juga ikut membubarkan diri, karena matahari sore itu sangat terik maka saya berpindah tempat duduk di depan ATM yang ada di pojokan yang agak terlindung dari sinar matahari tetapi bisa melihat kemana saja. Baru kali ini saya melihat bandara bubaran begitu…. akhirnya jadi sepi mamring ketika anak saya datang menjemput.

Terminal Arjosari Malang
Akhirnya kami keluar dari bandara menuju ke terminal bus Arjosari Malang, sampai di terminal Arjosari sekitar jam 05:45, suasana sore sinar matahari masih menyengat terang benderang. Terminal ini masih sama seperti tahun 2000an terakhir kali saya kesini. Karena ingin bernostalgia (dan karena memang tidak ada yang laen) saya naik bis kemringet (alias ndak pake AC) yang tercepat berangkat merknya AKAS kondekturnya mbokdhe2 begitu apa lupa, wis pokoknya berbentuk sukur bisa ngglinding, saya agak lega karena bis berangkat dalam keadaan agak longgar, dengan harapan nanti bisa tidur2an kalau bis sudah jalan. Eit ternyata perhitungan saya meleset, di luar terminal bis masih ngetem, beberapa orang naik; di perempatan ngetem banyak orang naik ditambah pedagang bawa banyak kardus keranjang dan karung; di pertigaan jalan raya ngetem lagi lebih banyak orang naik. Tukang ngamen yang keluar masuk bus mulai dari terminal tadi saya hitung sudah ada 6 orang, untungnya saya selalu membawa uang koin recehan untuk berjaga-jaga di situasi seperti itu; akhirnya bus penuh sesak orang berdiri, duduk di atas kap mesin (ini bus dengan mesin di depan) hingga di trap pintu masuk. Wis pokoke penuh pwol.; bener-bener kemringet dengan beragam aroma. Bayar karcis (tiket) saya pilih turun Probolinggo saja Rp 15.000, mbokdhe kondektur bilang, Langsung saja Jember mas, di probolinggo ndak parkir, saya jawab nanti saja nambah.

Tukang Ngamen Latah
Didalam bus yang penuh sesak itu tadi, saya pikir sudah aman dari tukang ngamen, ternyata tidak. Ada tukang ngamen yang nekat boy nyanyi lagunya Iwan Fals, Ebiet G Ade, dan Dewa, satu lagi saya ndak kenal lagunya karena lagu dangdut. Dan yang menggelikan, tukang ngamennya latah, kalau kesenggol badannya kegelian dan berteriak-teriak dengan kata-kata ndak karuwan, wis pokoknya kaco tenan, ada yang kepalanya kepukul gagang gitarnya ketika latahnya kumat. Wis jian gak genah blas pokoknya.

Akhirnya di Oper Juga
Bener juga bus di terminal Probolinggo memang ndak parkir, lha gimana mau parkir lha wong tempat parkir sudah penuh sesak bus parkir, dan bus melambung ke sisi luar jalur pemberangkatan, tetapi ngetem juga sih beberapa puluh menit. Akhirnya bus berangkat lagi dengan penumpang yang sudah agak berkurang. Saya berfikir, ooo bener juga mbokdhe kondektur tadi, ndak parkir tapi ngetem. Akhirnya saya nambah karcis sampai terminal Jember Rp 15.000, dan mencoba untuk tidur walaupun sulit karena perut lapar, rencana nanti makan di terminal Jember saja lah. Eit ternyata di terminal Lumajang saya di oper oleh mbokdhe kondektur tadi ke bus lain, merknya Lupa, wah kurangajar bener, mana busnya sudah penuh sesak, jadi saya kebagian duduk di atas kap mesin mulai dari terminal Lumajang sampai terminal Jember, untungnya saya ndak hobby bawa barang-barang berat, di tas hanya bawa handuk kecil, sepotong kaus, pakaian dalam, laptop dan gadget wajib lainnya. Yang membuat saya deg-deg plas justru bisnya ini yang sering kehabisan tekanan angin ketika ngerem alias blong. Karena saya duduk disitu bisa merasakan dan melihat persis pressure gauge air pressure ketika pak sopir ngerem seringkali kehabisan angina, bahkan beberapa kali hampir mencium bak truk.

Ngetemnya Koq Di Depan Terminal
Sampai di terminal Jember ternyata bus tidak masuk, malah nyelonong bablas melewati pintu masuk terminal dan penumpang di alihkan ke bus yang sedang ngetem di depannya, jadi seakan-akan terminal itu tidak ada. Ini yang salah sopirnya, kondekturnya, makelar penumpang, atau pihak terminal yang kurang pengawasan, ndak nggagas lah bukan urusan saya. Dengan perasaan mendongkol saya turun dan berjalan kaki agak jauh balik ke arah depan terminal bersama-sama penumpang yang lain yang bertujuan sampai di Jember saja untuk mencari warung makan. Selesai makan saya berlagak tertib untuk masuk terminal untuk naik bus yang ngantri di parkiran terminal, eh ternyata sama saja, sami mawon setelah bus berangkat dari terminal masih ngetem juga di luar terminal ternyata memang tradisinya memang begitu. Sampai di terminal Jajag dijemput kakak saya dan sampai dirumah ibunda saya 21 kilometer kemudian sudah jam 02:00 dini hari. Perjalanan panjang hari ini cukup menggelikan, bernostalgia dan beraneka aroma.

SEPAKBOLA vs NASIONALISME vs JUDI

QUICK NDOBOS Desember 1st, 2012

Mulai tadi pagi obrolan teman-teman, sopir, wong-wong di jalan, warung, dan tukang jualan pulsa: seputar pertandingan sepakbola antara Malaysia melawan Indonesia. Ada yang serius mengumandangkan estimasi-estimasi jumlah GOL dan beberapa kemungkinan formasi pemain, ada yang sangat amat nasionalis wis pokoke mati urip mendukung Indonesia. Ujung-ujungnya berakhir pada totohan, alias taruhan, alias judi, ada yang satu lawan satu, pakai itungan voor, ada yang pake perkalian, wis pokoke macem-macem menurut kesenengane dan kesepakatan dhewe-dhewe. Ada yang puluhan ribu, ratusan ribu, ada yang sampai jutaan, taruhan nraktir makan, bahkan ada yang taruhan HP dan Tab, tapi ndak ada yang taruhan blackberry.

Dari puluhan orang, hanya saya dan beberapa orang yang ndak ikut taruhan, bukan apa-apa, dhasar memang ndak ada kelebihan uang untuk main taruh-taruhan seperti itu. Ada satu orang yang memaksa saya untuk memilih Malaysia atau Indonesia, saya jawab menang karepmu ora yo ben, ndak ngefek, bal-balan itu kan hanya pertandingan golek rejeki bagi pemain, tontonan bagi kita, sumber berita bagi TV, dan ladang bisnis bagi pengurusnya, just fun saja lah… seperti nonton opera van java saja.

Dalam hidup ini prinsip dengan apa yang disebut dengan Dekalog, boso Inggrise Ten Commandments (pake huruf s, soale jamak), atau sepuluh perintah Allah yang diturunkan melalui nabi Musa AS, dibagian paling akhir disebutkan bahwa : Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.
Didalam tafsir surat Al-Maidah 90 disebutkan dengan jelas : Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syetan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
Dalam Kitab Suci Dharmasastra (saya ndak tau di bagian mana hanya ingat karena pernah mendengarkan pencerahan dari bopo guru) malahan disebutkan perbedaan antara Perjudian (benda mati) dan Pertaruhan (benda hidup), keduanya dilarang keras.
Bopo guru yang sama juga pernah menerangkan sabda Guru Buddha bahwa orang yang gemar berjudi maka: jika menang akan dibenci, jika kalah akan meratapi kekalahannya, menghambur-hamburkan uangnya, dipandang rendah teman dan lawan, tidak dipercaya perkataannya dan (ini agak lucu) tidak disukai mertua karena dapat menghabiskan harta, (hehehe… temenan iki gak ngapusi).
Dalam kisah pewayangan ada alkisah Yudhistira yang terpuruk di meja judi dadu di Hastinadipura. (namanya juga Yudhistira, wayang yang didapuk untuk jujur sepanjang hidupnya disuruh berjudi, ya jelas kalah)

Maka dari itu, ndak ada hubungannya Nasionalisme dan Sepakbola dan Judi. Nek gak percoyo takono raja Dangdut kan ada lagunya Judi di https://www.youtube.com/watch?feature=pl…