PENYEBAB PERCERAIAN
Maret 18th, 2012 by jaka and tagged PENYEBAB PERCERAIAN
A. PREFACE
Tahun 2011 dan awal tahun 2012, banyak sekali peristiwa-peristiwa, baik yang menyenangkan maupun menyedihkan. Salah satu yang membahagiakan adalah adanya orang-orang yang saya kenal telah menemukan pasangan hidupnya, atau menemukan kembali pasangan hidupnya. Namun sebaliknya ada yang menyedihkan karena ada beberapa pasangan yang memisahkan diri . Saya ulangi lagi “memisahkan diri”, jadi bukan berpisah atas kehendak Yang Maha Kuasa dikarenakan salah satu pasangan dipanggil Tuhan.
Disini saya tidak mengatakan bahwa pasangan yang sengaja memisahkan diri atau perceraian itu bahwa: tidak baik, salah, suatu kejahatan, melanggar ketertiban, melanggar agama, ndak sopan, tetapi “menyedihkan, mengapa ???, karena ada aturan lain yang menghalalkan perceraian itu
Saya ndak mau berurusan langsung dengan simpatisan, pelaku, saksi, terdakwa, pelaksana, ataupun yang mengojok-ngojoki, anut grubyuk, yang manas-manasi, suatu perceraian; mengenai penyebab perceraian, lha sak karepmu, mau bercerai karepmu ora yo ben dudu urusanku wong yo dirasakne dhewe.
Tetapi disini saya mau melakukan survey lucu-lucuan dengan bantuan mbah google untuk mencari penyebab perceraian, dengan kata kunci “penyebab perceraian”, yupsss… kita lihat hasilnya. Minimal untuk “membantu” pasangan yang kesulitan mencari alasan untuk bercerai, atau untuk menilai alasan yang di buat sudah popular, masuk di akal, lucu, aneh, sudah terjadi sebelummya, umum dilakukan, spektakuler, terbaik, ter top score nya, atau paling mudah murah dan baik untuk diterima oleh orang lain.
B. SURVEY MENGATAKAN BAHWA
(1)
http://id.wikipedia.org/wiki/Perceraian)
Perceraian
Perceraian adalah berakhirnya suatu pernikahan.
Saat kedua pasangan tak ingin melanjutkan kehidupan pernikahannya, mereka bisa meminta pemerintah untuk dipisahkan.
Selama perceraian, pasangan tersebut harus memutuskan bagaimana membagi harta mereka yang diperoleh selama pernikahan (seperti rumah, mobil, perabotan atau kontrak), dan bagaimana mereka menerima biaya dan kewajiban merawat anak-anak mereka.
Banyak negara yang memiliki hukum dan aturan tentang perceraian, dan pasangan itu dapat diminta maju ke pengadilan.
Jenis perceraian
Cerai hidup - karena tidak cocok satu sama lain.
Cerai mati - karena salah satu pasangan meninggal.
Penyebab perceraian
faktor penyebab perceraian antara lain adalah sebagai berikut :
(1) Ketidakharmonisan dalam rumah tangga
Alasan tersebut di atas adalah alasan yang paling kerap dikemukakan oleh pasangan suami – istri yang akan bercerai.
Ketidakharmonisan bisa disebabkan oleh berbagai hal antara lain,
(1.1.) krisis keuangan,
(1.2.) krisis akhlak, dan
(1.3.) adanya orang ketiga.
Dengan kata lain, istilah keharmonisan adalah terlalu umum sehingga memerlukan perincian yang lebih mendetail.
(2) Krisis moral dan akhlak
Selain ketidakharmonisan dalam rumah tangga, perceraian juga sering memperoleh landasan berupa krisis moral dan akhlak, yang dapat dilalaikannya tanggung jawab baik oleh suami ataupun istri,
(2.1.) poligami yang tidak sehat,
(2.2.) penganiayaan,
(2.3.) pelecehan dan
(2.4) keburukan perilaku lainnya yang dilakukan baik oleh suami ataupun istri,
(2.5.) misal mabuk,
(2.6.) berzinah,
(2.7.) terlibat tindak kriminal, bahkan
(2.8.) utang piutang.
(3) Perzinahan
Di samping itu, masalah lain yang dapat mengakibatkan terjadinya perceraian adalah perzinahan, yaitu hubungan seksual di luar nikah yang dilakukan baik oleh suami maupun istri.
(4) Pernikahan tanpa cinta
Alasan lainnya yang kerap dikemukakan oleh suami dan istri, untuk mengakhiri sebuah perkawinan adalah bahwa perkawinan mereka telah berlangsung tanpa dilandasi adanya cinta. Untuk mengatasi kesulitan akibat sebuah pernikahan tanpa cinta, pasangan harus merefleksi diri untuk memahami masalah sebenarnya, juga harus berupaya untuk mencoba menciptakan kerjasama dalam menghasilkan keputusan yang terbaik.
(5) Adanya masalah-masalah dalam perkawinan
Dalam sebuah perkawinan pasti tidak akan lepas dari yang namanya masalah. Masalah dalam perkawinan itu merupakan suatu hal yang biasa, tapi
(5.1.) percekcokan yang berlarut-larut dan tidak dapat didamaikan lagi secara otomatis akan disusul dengan
(5.2) pisah ranjang seperti adanya
(5.3.)perselingkuhan antara suami istri.
(6) Langkah pertama dalam menanggulangi sebuah masalah perkawinan adalah :
(6.1.) Adanya keterbukaan antara suami – istri
(6.2.) Berusaha untuk menghargai pasangan
(6.3.) Jika dalam keluarga ada masalah, sebaiknya diselesaikan secara baik-baik
(6.4.) Saling menyayangi antara pasangan
(7) Dampak
Perceraian sering menimbulkan tekanan batin bagi tiap pasangan tersebut.
(7.1.) Anak-anak yang terlahir dari pernikahan mereka juga bisa merasakan sedih bila orangtua mereka bercerai. Namun, banyak sumber daya yang bisa membantu orang yang bercerai,
(7.2.) seperti keluarga besar,
(7.3.) teman-teman,
(7.4.) terapi, konsultan,
(7.5.) buku, dan
(7.6.) DVD.
(8) Perceraian menurut agama
Islam
Islam membimbing umatnya agar
(8.1.)tidak memecah-belah persaudaraan di antara sesama muslim.
(8.2.) Pernikahan adalah salah satu sunnah Rosulullah S.A.W. yang akanlah kita mendapat pahala jika melakukannya.
(8.3.) Perceraian sendiri adalah suatu hal yang halal untuk dilakukan.
Namun halnya, jikalau sepasang suami-istri melakukan perceraian, alkisah mengatakan bahwa ‘Arsy terguncang sebegitu dahsyatnya. Oleh karena hal tersebut, Allah membenci perceraian, meski telah dikatakan bahwa hal ini adalah halal
Kristen/Katolik
Salah satu agama yang tidak memperbolehkan adanya perceraian oleh pasangan-pasangan di dalam umatnya adalah Kristen Katolik Roma.
Gereja Kristen Katolik Roma menanggapi masalah perceraian sebagai berikut : (8.4.) Perceraian atau perpisahan tetap/ selamanya dalam suatu ikatan pernikahan, memang tidak diperbolehkan dalam ajaran Kristen, karena itu ada tertulis dalam Alkitab (Matius 19:9; Markus 10:9). Karena Injil merupakan dasar kehidupan umat Kristen , maka tidak ada alasan apapun untuk mengadakan perceraian. Selain itu juga terdapat pengajaran lain di Alkitab mengenai hal ini, misalnya pada 1 Korintus 7.
(2)
http://wolipop.detik.com/read/2011/09/08…)
Ada banyak hal yang membuat pasangan menikah memilih bercerai. Di Indonesia, pasangan paling banyak bercerai karena
(1) masalah ekonomi. Di urutan kedua penyebab perceraian di tanah air adalah (2) perselingkuhan. Selain dua hal tersebut, ada hal lainnya yang membuat pasangan bercerai. Dikutip dari Telegraph, berikut 10 hal paling aneh yang membuat pasangan bercerai:
(3) Ketularan Teman
Penelitian yang dilakukan pada 12 ribu orang di Amerika mengungkapkan, perceraian bisa menular. Para peneliti dari Brown University menamakan hal itu sebagai ‘divorce clustering’. Menurut penelitian itu, perceraian seorang teman dekat, bisa membuat orang berisiko bercerai juga 75%. Hal itu terjadi karena perasaan ‘panas’ yang dialami orang yang bercerai, menular ke temannya, persis seperti virus.
(4) Facebook
Situs jejaring sosial ini kini banyak disalahkan sebagai penyebab perceraian. Menurut para pengacara di Inggris, Facebook memang cukup banyak disebut sebagai salah satu sebab yang membuat seseorang menggugat cerai pasangannya. Salah satu firma hukum khusus perceraian bahkan mengklaim 1 dari 5 gugatan cerai klien mereka menyebutkan Facebook sebagai biang keladi keretakan rumah tangga. Pimpinan Divorce-Online, Mark Keenan, pun mengakui kalau Facebook kini memang cukup populer sebagai penyebab perceraian.
“Aku cukup terkejut karena ada sekitar 20% gugatan cerai menyebutkan Facebook,” ujar Keenan.
(5). Televisi
Mungkinkah suami-istri bercerai karena salah satu pasangannya dilarang nonton televisi? Hal itu rupanya benar-benar terjadi. Seorang wanita di Pune, India menceraikan suaminya setelah dirinya dilarang menonton opera sabun di televisi. Suami dari wanita tersebut mengaku ia memang sering bertengkar dengan istrinya selama empat tahun terakhir. Pertengkaran itu terjadi karena sang istri terlalu sering menonton serial opera sabun di televisi.
(6). Burung Kakatua
Percayakah Anda ada pasangan yang bercerai karena seekor burung kakatua? Seorang wanita di China melakukan hal itu. Pada 2001, wanita tersebut menceraikan pasangannya setelah burung kakatua peliharaan mereka kelepasan bicara soal perselingkuhan sang suami.
Burung tersebut jadi sering mengulang kata ‘cerai’, ‘i love you’ dan ’sabar’ saat si wanita pulang ke rumahnya setelah sebelumnya selama sebulan mengunjungi orangtuanya. Wanita tersebut kemudian membawa burung kakatua itu ke kantor hukum setempat untuk bersaksi atas perselingkuhan sang suami.
(7). Suami Terlalu Rajin
Pada April 2009, seorang wanita di Jerman menceraikan suaminya karena muak melihat pasangannya itu selalu membersihkan dan membereskan apapun. Selama 15 tahun, wanita itu menikah dengan suaminya yang mengejarkan pekerjaan rumah tangga seperti menyapu dan mengatur furniture. Kesabarannya habis saat sang suami merenovasi salah satu tembok rumah mereka karena merasa tembok itu kotor.
(8). Fruit Cake
Seorang pria di China bernama Cheng Yu menceraikan istrinya karena tidak tahan terus-menerus diberi makan aneka macam kue. “Egg cake, fruit cake, chocolate cake. Aku merasa seperti tong sampah di toko roti,” kata Cheng Yu.
Menurut Cheng, sejak menikah istrinya tidak henti-hentinya menyediakan kue setelah makan. Hampir setiap hari sang istri memanggang kue.
(9) Olimpiade
Seorang pria di China diceraikan istrinya pada 2008 lalu demi ikut mendukung Olimpiade Beijing. Wang Yueting, begitulah nama si pria, menjual apartemennya untuk membiayai aksinya berlari keliling China, yang merupakan bentuk dukungannya untuk Olimpiade Beijing. Istrinya sudah mengultimatum akan menceraikan sang suami, jika benar-benar melakukan aksi tersebut. Ternyata Wang Yueting tidak menggubris ancaman sang istri. Ia menggunakan uang dari penjualan apartemen untuk membayar enam orang yang akan membantunya dan membeli sebuah van.
(10) Tak Tahan Makan dengan Mertua
Seorang wanita di Rumania minta cerai dari suaminya pada 2005. Wanita itu menggugat cerai karena tidak tahan harus makan siang setiap hari dengan ibu mertuanya. Wanita 22 tahun itu baru menikah selama 10 bulan saat melayangkan gugatan cerai tersebut.
(11) Suami Mau Intip Wajah Istri
Seorang wanita di Arab Saudi minta cerai dari suaminya pada 2008. Penyebab perceraian itu karena sang suami mencoba mengintip wajah istri yang sudah dinikahinya selama 30 tahun. Pria tersebut memang hidup dengan sang istri selama 30 tahun tanpa diizinkan melihat wajah utuh istrinya yang memakai cadar. Wanita tersebut melakukan hal itu karena mengikuti tradisi di desanya yang mengharuskan wanita menutup wajahnya dengan cadar sepanjang waktu.
(12). Penis Patah
Seorang pria di Rusia diceraikan oleh istrinya setelah penisnya patah saat bercinta. Grigory Toporov itulah nama pria tersebut. Ia sebelumnya menjalani operasi ‘penis extension’ karena merasa tidak bisa membahagiakan sang istri saat bercinta. Setelah operasi berhasil, pria 47 tahun itu pun melakukan hubungan intim dengan istrinya. Rupanya aktivitas bercinta itu tidak berjalan lancar karena penis sang pria patah. Istri Grigory pun minta cerai karena sudah tidak tahan dengan kegagalan sang suami di tempat tidur.
(3)
http://www.tempo.co/read/news/2012/01/30…)
(1) SMS Asmara Mulai Jadi Tren Penyebab Perceraian
Pesan pendek atau short message service (SMS) yang berisi “kisah asmara” telah menjadi tren baru pemantik terjadinya perceraian rumah tangga di Purwakarta, Jawa Barat.
“Kasus gugat cerai yang terjadi sekarang lebih unik, terutama yang disebabkan isi SMS,” kata Esib Jaelani, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Pengadilan Agama Purwakarta, Senin, 30 Januari 2012.
Menurut Esib, tren gugat cerai akibat SMS mulai menyeruak sepanjang periode 2011. “Sedikitnya ada 13 gugat cerai akibat kehadiran orang ketiga melalui SMS,” tutur Esib. “Mayoritas yang melakukan gugat cerai akibat gangguan SMS tersebut kaum ibu.”
Ia memprediksikan, pada tahun-tahun berikutnya, jumlahnya akan lebih banyak. Sebab pengguna teknologi pintar tersebut semakin menjamur, tak terkecuali di wilayah pelosok pedesaan. “Jadi potensi (gangguan rumah tangga melalui SMS) akan lebih banyak,” ujarnya.
Tapi, sebelum sampai pada pilihan jatuh talak, kata Esib, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan upaya mediasi agar perceraian tidak terjadi.
K.H. Ridwan Syah Alam, pemimpin Pondok Pesantren Al-Islam, mewanti-wanti agar pasangan rumah tangga berhati-hati dalam memanfaatkan peranti teknologi canggih telepon genggam. “Jangan SMS-an jika merasa tak perlu. Sekali membuat SMS salah arah, pasti akan berbuah masalah,” kata Ridwan.
Data perceraian di kantor Pengadilan Agama Purwakarta menyebutkan, sepanjang tahun 2011, angkanya mencapai 742 perkara, 184 kasus di antaranya sudah jatuh talak, dan 57 kasus di antaranya menerpa kalangan pegawai negeri sipil.
(4)
http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan…)
Ternyata wanita yang memiliki
(1) kelainan struktur gen oksitosin
akan beresiko menjadi penyebab perceraian. Oksitosin sendiri adalah gen yang utamanya berfungsi sebagai pemantik wanita untuk mencintai seorang pria. Tidak hanya berfungsi sebagai pemantik, oksitorin juga berguna di saat wanita menjadi ibu. Ya gen itu akan membuat ibu mencintai bayinya apalagi di saat menyusui.
Akan tetapi jika gen itu tidak berfungsi dengan benar maka wanita pembawa gen tersebut akan merasa tidak bahagia dalam ikatan perkawinannya maupun ikatan dengan anak kandungnya sendiri. Tindakan yang paling ekstrim untuk menyatakan wanita tidak bahagia dalam ikatan perkawinannya adalah bercerai (Bedakan antara adat ketimuran dengan barat. Maksudnya sepasang suami-istri yang menganut adat ketimuran, walaupun tidak bahagia, Tindakan si istri akan cenderung terus melanjutkan bahtera rumah tangganya).
Berfungsi tidak benar berarti gen Oksitosin lebih banyak mengandung varian A (Andenin) daripada varian G (Gualin). Dalam penelitian yang dipublikasikan dailymail.co.uk, sebanyak 50 % dari 1.800 wanita yang telah menikah atau hidup bersama selama lima tahun lebih, tidak bahagia dalam pernikahannya atau melaporkan bahwa mereka berdua di ambang perceraian. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata 50 % wanita yang merasa tidak bahagia itu, memiliki varian A lebih banyak di dalam gen Oksitosinnya.
Pertanyaannya adalah: Apakah wanita yang gen Oksitosinnya lebih banyak bervarian A sudah merupakan takdir (atau bawaan dari lahir) sehingga dia selalu merasa tidak bahagia dalam menjalin ikatan? Wanita yang gen Oksitosinnya lebih banyak bervarian A merupakan takdir, benar. Namun para peneliti menyatakan bahwa dampak dari takdir itu dapat dirubah oleh wanita itu sendiri. Perubahan melawan takdir gen dinamakan “sumber daya psikologis.” Seperti diketahui, gen Oksitosin bervarian A berdampak pada pembawanya merasa selalu tidak bahagia. Lebih jauh, wanita bervarian A di dalam gen Oksitosinnya akan selalu depresi dan terus-menerus beresiko mempunyai kesehatan mental yang buruk.
Namun gen Oksitosin bervarian A, ternyata tidak akan mengganggu atau menjadi hambatan pada wanita pembawanya untuk melatih diri lebih optimis lagi, dan untuk mempunyai harga diri lagi. Jadi, tergantung anda, mau disebut penyebab perceraian atau tidak.
(5)
http://bundazone.com/perceraian/faktor-p…)
Faktor Penyebab Perceraian
Percayalah, pernikahan abadi itu bukan merupakan dongeng, tapi diusahakan bersama. Berikut ini Tips mengenal 7 alasan utama sebuah perceraian.
(1). Komunikasi.
Kurangnya kesempatan untuk melakukan komunikasi yang intens, dengan kualitas yang baik. Bagi pasangan menikah, penting punya ruang dan emosi untuk bisa saling curhat, mengungkapkan isi hati baik pujian, harapan, kesenangan maupun kekesalan.
Kedua belah pihak perlu punya kesadaran dan niat penuh untuk mendiskusikan persoalan dengan kepala dingin. Tujuan diskusi adalah untuk mencari jalan keluar, bukan sekedar meluapkan emosi.
(2). Harapan Tidak Realistis.
Berharap pasangan akan berubah setelah menikah. Hal ini berhubungan dengan pemahaman masing-masing pihak terhadap pasangannya. Seringkali perselisihan terjadi karena mengharapkan perubahan dari pasangan.
Padahal perilaku yang diprotes belum tentu membahayakan fisik maupun mental pasangan. Pasangan suami-istri perlu rela hati menurunkan harapan atas perilaku pasangan yang tidak prinsip.
(3). ‘Power’ Dalam Perkawinan.
Ada yang ingin suami pegang kendali, ada yang ingin istri yang mengatur. Padahal ini hanyalah masalah kesepakatan. Terlihat tidak penting, namun nyatanya bisa mengantar pasangan ke pengadilan agama.
(4). Konflik Peran.
Dalam perkawinan akan ada pembagian peran, seperti siapa yang mengasuh anak, siapa yang mencari nafkah. Ini bisa jadi sumber pertentangan dan menimbulkan ketidakpuasan antar suami-istri. Terutama karena sekarang banyak istri berkarir.
(5). Cinta Meredup.
Ada yang bilang daripada diberi perasaan jatuh cinta, lebih baik diberi kekuatan menjaga cinta. Karena cinta itu perlu dipupuk agar terus menyala. Pasangan yang sudah menikah, berapa tahun pun, perlu tetap membakar cinta, salah satunya dengan mengungkapkan rasa sayang.
Biasanya orang bilang, “Ah sudah nikah, untuk apa aku menunjukkan rasa cinta,” atau bilang, “Ah buat apalah mesra, seperti orang pacaran saja.” Padahal jika satu dua tahun tanpa ekspresi, cinta bisa hambar.
(6). Affair (Orang Ketiga).
Adanya orang ketiga membuat sebuah perkawinan sulit dipertahankan. Selain cinta yang membutakan, hal peling penting yang justru membuat perkawinan bubar jalan adalah kepercayaan. Dalam sebuah perkawinan, rasa saling percaya -yang melahirkan rasa aman dan nyaman- adalah tiang utama.
Begitu kepercayaan itu hilang, maka tidak ada lagi faktor penguat. Sehingga, pasangan yang sudah menikah perlu berpikir panjang sebelum bermain api. Alasan “tidak melibatkan perasaan” ketika melakukan affair adalah argumentasi “lima menitan”. Karena arah perasaan seringkali tidak bisa ditebak.
(7). Seks.
Ini adalah paling kecil dari alasan retaknya sebuah rumah tangga, Karena seks bisa diabaikan ketika rasa sayang yang dalam masih terpelihara. Rasa sayang itulah yang menahan seseorang untuk menyakiti pasangan dan menggugat talak maupun cerai.
(6)
http://www.friendzstar.com/2011/04/alasa…)
Alasan Penyebab Perceraian Perkawinan dan Solusinya
Berikut ini beberapa problem yang sering dijadikan alasan seseorang bercerai. Lima alasan yang sering dijadikan alasan bercerai yaitu: Alasan :
(1) Saya merasa jauh dengan pasangan saya
* Penyebab: Pekerjaan mungkin mengharuskan Anda dan pasangan menghabiskan waktu yang cukup lama secara terpisah. Waktu yang dihabiskan untuk berkumpul dengan teman, melakukan hobi juga menjadikan semakin sedikit waktu yang dihabiskan dengan pasangan hidup.
* Solusi: Coba periksa kembali jadwal Anda. Prioritaskan waktu untuk dihabiskan bersama pasangan.
Pekerjaan mungkin tidak dapat dielakkan, tetapi waktu-waktu yang Anda habiskan untuk sekadar jalan dengan teman atau melakukan hobi dapat dikurangi. Atau, ajaklah pasangan Anda melakukan hal tersebut bersama-sama. Secara teratur, sisihkan waktu untuk berbicara dan menceritakan perasaan masing-masing, misalnya setengah jam sebelum tidur. Kebersamaan pada sepasang suami istri menjadi sesuatu yang penting untuk kelangsungan pernikahan.
(2) Saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan dan butuhkan dari pernikahan
* Penyebab: Sebagai manusia yang tidak sempurna, memang kita terbiasa memikirkan apa yang dapat diperoleh. Akibatnya, kecenderungan manusia adalah melihat sisi negatif dari pasangan.
* Solusi: Janganlah berpikir untuk memperoleh sesuatu dari pernikahan Anda. Sebaliknya, kembangkan semangat memberi pada pasangan tanpa mengharapkan imbalan.
(3) Kami sudah tidak cocok, tidak ada rasa cinta dan respek antara saya dan dia
* Penyebab: Kesibukan, seringnya pertengkaran atau pikiran negatif kepada pasangan dapat menghancurkan rumah tangga.
* Solusi: Untuk menumbuhkan kembali rasa cinta dibutuhkan upaya dari kedua belah pihak. Berlibur berdua dapat menjadi pilihan. Tetapi, yang lebih utama adalah berusaha agar menjalankan kewajiban sendiri. Misalnya, sebagai istri, berupayalah menjadi istri yang baik dengan menunjukkan espek kepada suami. Ini akan membuat suami dihargai dan akan menyayangi Anda. Begitu pula dengan suami yang tidak bertindak diktator dalam memimpin rumah tangganya dan jadikan istri sebagai partner bukan sebagai pesuruh.
(4) Saya tidak tahan dengan kebiasaan buruknya, dia sangat berbeda dengan saat masih berpacaran yang tampak sempurna
* Penyebab: Pasangan Anda mungkin memiliki kebiasaan yang tidak Anda sukai. Walau Anda sudah memintanya untuk berubah, tetapi kebiasaan ini selalu diulangi lagi. Kebiasaan terlambat, berantakan atau boros sering menjadi hal yang mengganggu.
* Solusi: Hindari untuk berfokus pada kebiasaan padangan yang menjengkelkan. Hal tersebut hanya akan membuat Anda dan pasangan semakin jauh. Cobalah ingat-ingat kembali, apa yang membuat Anda jatuh cinta pada pasangan. Berfokuslah pada hal-hal baik tersebut yang akan membuat Anda semakin mencintai pasangan.
(5) Suami saya tidak dapat memimpin keluarga dan selalu membuat keputusan yang salah
* Penyebab: Karena suatu keputusan yang dibuat pasangan tidak menghasilkan hasil yang baik, membuat Anda tidak lagi mempercayai pasangan. Kasus lain, suami tidak mau membuat keputusan dan meyerahkan semua keputusan pada Anda.
* Solusi: Sebuah keluarga hendaknya dipimpin seorang suami. Coba periksa diri Anda, apakah selama ini Anda terus-menerus mengungkit kesalahan pasangan. Hal ini dapat menghancurkan perkawinan Anda. Sebaiknya, sebagai istri, Anda mendukung suami dan memujinya dengan tulus. Bersikaplah respek terhadap suami karena hal ini sangat dihargai suami sebagai kepala keluarga. Ini tidak berarti sebagai istri hanya dapat selalu menurut. Jika ada suatu pendapat yang tidak sesuai, sebaiknya dibicarakan dengan baik-baik, dengan nada suara yang lembut dan dalam waktu yang tepat.
Berupayalah untuk selalu berpikiran positif pada pasangan, ciptakan suasana yang penuh cinta dan upayakan untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang tepat. Sebuah pernikahan tidak selalu harus diakhiri dengan bercerai meski terdapat berbagai alasan untuk bercerai. Menikmati perkawinan yang bahagia memang tidak mudah. Suami dan istri perlu memelihara perkawinan agar dapat terus berjalan.
(7)
http://pa-purwodadi.go.id/index.php?opti…)
Poligami tidak sehat = 5
Krisis Akhlak = 28
Cemburu = 9
Kawin Paksa = 70
Ekonomi = 425
Tidak tanggung Jawab = 292
Kawin dibawah umur = 02
Kekejaman Jasman = 0
Kekejaman Mental = 0
Dihukum = -
Cacat Biologis = 3
Politis = -
Gangguan pihak ketiga = 151
Tidak ada keharmonisan = 620
Lain-lain = 11
C. ANALISA DATA
Berdasarkan hasil searching diatas, cobak kita buat rangkumannya sebagai berikut. Saya jelaskan lagi bahwa ini hanyalah urutan dari penemuan searching bukan urutan alfabetik, numeric, kepopuleram, kelucuan, keanehan, spektakuler, terbaik, urutan top score, atau urutan paling mudah murah.
1. KETIDAKHARMONISAN DALAM RUMAH TANGGA
2. KRISIS KEUANGAN,
3. KRISIS AKHLAK
4. ADANYA ORANG KETIGA.
5. KRISIS MORAL DAN AKHLAK
6. POLIGAMI YANG TIDAK SEHAT,
7. PENGANIAYAAN,
8. PELECEHAN DAN
9. KEBURUKAN PERILAKU SUAMI ATAUPUN ISTRI,
10. MABUK,
11. BERZINAH,
12. TERLIBAT TINDAK KRIMINAL
13. UTANG PIUTANG.
14. PERZINAHAN
15. PERNIKAHAN TANPA CINTA
16. ADANYA MASALAH-MASALAH DALAM PERKAWINAN
17. PERCEKCOKAN YANG BERLARUT-LARUT
18. PISAH RANJANG
19. PERSELINGKUHAN ANTARA SUAMI ISTRI.
20. TIDAK TERBUKA ANTARA SUAMI – ISTRI
21. TIDAK MENGHARGAI PASANGAN
22. MASALAH TIDAK SECARA BAIK-BAIK
23. TIDAK SALING MENYAYANGI ANTARA PASANGAN
24. MASALAH EKONOMI.
25. PERSELINGKUHAN.
26. KETULARAN TEMAN
27. FACEBOOK
28. TELEVISI
29. BURUNG KAKATUA
30. SUAMI TERLALU RAJIN
31. FRUIT CAKE
32. OLIMPIADE
33. TAK TAHAN MAKAN DENGAN MERTUA
34. SUAMI MAU INTIP WAJAH ISTRI
35. PENIS PATAH
36. SMS ASMARA
37. KELAINAN STRUKTUR GEN OKSITOSIN
38. KOMUNIKASI.
39. HARAPAN TIDAK REALISTIS.
40. ‘POWER’ DALAM PERKAWINAN.
41. KONFLIK PERAN.
42. CINTA MEREDUP.
43. AFFAIR (ORANG KETIGA).
44. SEKS.
45. MERASA JAUH DENGAN PASANGAN
46. TIDAK MENDAPATKAN APA YANG DI INGINKAN
47. TIDAK MENDAPATKAN APA YANG DI BUTUHKAN
48. SUDAH TIDAK COCOK, TIDAK ADA RASA CINTA DAN RESPEK
49. TIDAK TAHAN DENGAN KEBIASAAN BURUKNYA
50. SUAMI TIDAK DAPAT MEMIMPIN KELUARGA
51. SELALU MEMBUAT KEPUTUSAN YANG SALAH
52. POLIGAMI TIDAK SEHAT
53. KRISIS AKHLAK
54. CEMBURU
55. KAWIN PAKSA
56. EKONOMI
57. TIDAK TANGGUNG JAWAB
58. KAWIN DIBAWAH UMUR
59. KEKEJAMAN JASMAN
60. KEKEJAMAN MENTAL
61. DIHUKUM
62. CACAT BIOLOGIS
63. POLITIS
64. GANGGUAN PIHAK KETIGA
65. TIDAK ADA KEHARMONISAN
D. KESIMPULAN & DISCLAIMER
Weleh-weleh ndak disangka ada 65 penemuan penyebab perceraian, dan ini sangat membantu bagi teman-teman yang sedang kesulitan mencari penyebab perceraian, atau setidak-tidaknya menjadi guiden, garis besar haluan, siapa tahu nanti akan menjadi cikal bakalnya “Handbook Perceraian”, hua ha ha….
Sekali lagi saya tekankan bahwa saya tidak: melarang, menganjurkan, menyuruh, menyarankan, menilai jelek atau baik, menilai halal haram sunnah makruh, menulai najis, ngojok-ngojoki, kecewa, marah, tersinggung, senang, bahagia, sedih, bersuka cita, berduka lara, tertawa, menangis, mingseg-migseg, mringis, mecucu….,
Dari hasil survey, ternyata ada hal serupa, sejenis, semaksud . Rangking Pertama: adalah yang disebabkan karena PERBUATAN TIDAK BAIK yang dilakukan oleh salah satu pasangan:
1. KRISIS AKHLAK
2. KRISIS MORAL DAN AKHLAK
3. PENGANIAYAAN,
4. PELECEHAN DAN
5. KEBURUKAN PERILAKU SUAMI ATAUPUN ISTRI,
6. MABUK,
7. TERLIBAT TINDAK KRIMINAL
8. PERCEKCOKAN YANG BERLARUT-LARUT
9. TIDAK TERBUKA ANTARA SUAMI – ISTRI
10. TIDAK MENGHARGAI PASANGAN
11. MASALAH TIDAK SECARA BAIK-BAIK
12. TIDAK TAHAN DENGAN KEBIASAAN BURUKNYA
13. KRISIS AKHLAK
14. TIDAK TANGGUNG JAWAB
15. KEKEJAMAN JASMAN
16. KEKEJAMAN MENTAL
17. DIHUKUM
Rangking Kedua: adalah yang berhubungan dengan KEHADIRAN ORANG KETIGA bagi salah satu pasangan:
1. ADANYA ORANG KETIGA.
2. POLIGAMI YANG TIDAK SEHAT,
3. BERZINAH,
4. PERZINAHAN
5. PERSELINGKUHAN ANTARA SUAMI ISTRI.
6. PERSELINGKUHAN.
7. TAK TAHAN MAKAN DENGAN MERTUA
8. SMS ASMARA
9. AFFAIR (ORANG KETIGA).
10. POLIGAMI TIDAK SEHAT
11. CEMBURU
12. GANGGUAN PIHAK KETIGA
Sedangkan urutan ketiga adalah: berhubungan dengan masalah CINTA KASIH dan HUBUNGAN SEKSUAL antara pasangan:
1. KETIDAKHARMONISAN DALAM RUMAH TANGGA
2. PERNIKAHAN TANPA CINTA
3. PISAH RANJANG
4. TIDAK SALING MENYAYANGI ANTARA PASANGAN
5. PENIS PATAH
6. CINTA MEREDUP.
7. SEKS.
8. MERASA JAUH DENGAN PASANGAN
9. SUDAH TIDAK COCOK, TIDAK ADA RASA CINTA DAN RESPEK
10. KAWIN PAKSA
11. CACAT BIOLOGIS
12. TIDAK ADA KEHARMONISAN
Urutan terakhir: adalah yang berhubungan dengan masalah EKONOMI:
1. KRISIS KEUANGAN,
2. UTANG PIUTANG.
3. MASALAH EKONOMI.
4. HARAPAN TIDAK REALISTIS.
5. TIDAK MENDAPATKAN APA YANG DI INGINKAN
6. TIDAK MENDAPATKAN APA YANG DI BUTUHKAN
7. SUAMI TIDAK DAPAT MEMIMPIN KELUARGA
8. EKONOMI
Yang ini masuk kelompok ekstra, atau kalau perlombaan begitu masuk juara harapaan (wk wk wk) adalah yang disebabkan BENDA (benda mati, hidup, hardware, software) DAN PERISTIWA disekitar pasangan
1. FACEBOOK
2. TELEVISI
3. BURUNG KAKATUA
4. FRUIT CAKE
5. OLIMPIADE
6. POLITIS
Nah sekarang terserah anda, mau akan masuk kelompok rangking 1-2-3-4, atau kelompok ekstra…
Hehehe….
Posted in NDOBOS BERAT, NDOBOS SERIUS, QUICK NDOBOS | Comments Off















































Dursasana
























































Capresnya oke….








Adalah orang yang merasa dirinya paling top marsotop sehingga tidak boleh tersinggung sedikitpun, pokoke kudune dihormati sampek mbungkuk-mbungkuk 45 derajat. Segala omongane kudu digugu masiyo salah, pokal gawene kudu dianggep bener walaupun sakjane mblakrak. Kudu dianggep wong sing paling berjasa koyo pahlawan walaupun sakjane upama usum perang mek ndelik nang bunker. Njaluk dihormati seperti sing paling alim sak dunia, walaupun cumak penampilane thok. Dadi mbah-mbah jaman biyen duwe unen-unen, wong sing gampang tersinggung dan muringan nek perlu gawe dendam ngene ini diarani “wong sing ora kenek kepidak ayang-ayange”. Isih lumayan disebut wong, lha nek kewan sing ora kenek utawa paling gak angel (angel berarti kenek tapi perlu usaha) kepidak ayang-ayangi lak bangsane ulo, bekicot, penyu, soale awake selalu klengsreh (nemplek) lemah. 






Tahun 2003-an Januari, pas aku dadi pengangguran anyar merga perusahaan tempat kerjaku game over, aku entuk panggilan kerja di daerah Citeurup. Tak parani numpak motor bebek kanzen pesona, andalanku, brangkat uisuk pol jaketan sarung tangan brukut kuwatir telat, liwat jalan raya arah bogor liwat jonggol, dalane pas bolong-bolong bar usum udan, macet nang pasar-pasar, weleh mboseni.



Saya memang tidak ahli dalam berbahasa Indonesia, apalagi berbahasa Indonesia yang baik, bermetafora dan berperibahasa. Tetapi saya sangat berkepentingan untuk mengungkap perihal kambing hitam ini. Jika anda merasa atau di buat merasa seperti (= dijadikan) sebagai kambing hitam, tidak perlu kuatir, karena kan hanya dianggap kambing hitam, atau malah sebaliknya bangga dianggap kambing hitam banget, ireng poll, ireng thunteng, njlitheng, ndak perlu kuwatir, kan cumak kambing hitam, bukan pelaku salah sebenarnya.